SURABAYA (Lenteratv) – Musim kemarau panjang kerap memicu gejolak harga komoditas pangan pokok di pasaran. Untuk mengantisipasi dampak penurunan daya beli masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah proaktif melalui skema intervensi pasar yang terukur.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkot Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Langkah strategis ini menjadi sarana untuk meredam laju inflasi sekaligus menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di tingkat akar rumput.
Kegiatan di Kelurahan Jepara ini disambut antusias oleh warga setempat. Sejak pagi hari, ratusan warga telah memadati lokasi untuk mendapatkan pasokan pangan berkualitas dengan harga di bawah harga pasar, khususnya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan minyak goreng program pemerintah, Minyakita.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga pangan merupakan kunci utama untuk menekan tingkat inflasi daerah.
“Jika harga kebutuhan pokok merambat naik akibat dampak cuaca ekstrem, maka intervensi pemerintah dalam bentuk Gerakan Pangan Murah menjadi sebuah keharusan demi menjaga daya beli warga,” tegas Nanik saat meninjau pelaksanaan acara.
Nanik juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin erat, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga jajaran pengurus RT dan RW yang mengawal kelancaran distribusi.
GPM Surabaya tidak sekadar menjadi ajang penyaluran pasokan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Perum BULOG. Lebih dari itu, program ini juga difungsikan sebagai etalase inklusif bagi kelompok tani (Koptan) lokal serta UMKM setempat untuk memamerkan dan memasarkan produk unggulan mereka.
Tak heran, berbagai komoditas pangan segar, seperti telur ayam ras hingga produk perikanan, ludes diserbu pembeli tak lama setelah stan dibuka. Nanik menyebutkan bahwa pola intervensi pasar ini digelar secara berkala dan bergilir di 31 kecamatan se-Kota Surabaya demi memastikan ketersediaan pasokan yang merata.
Pada pelaksanaan GPM di Balai RW 6 Jepara kali ini, beragam pasokan bahan pokok dan pangan segar dihadirkan dengan rincian sebagai berikut:
- Beras SPHP (5 kg): 200 sak — Rp58.000/sak
- Beras Premium Jempol Tani (5 kg): 75 sak — Rp74.500/sak
- Minyakita: 360 liter — Rp15.500/liter
- Minyak goreng kemasan (Rosebrand dan Fortune): masing-masing 120 liter
- Gula pasir (Rosebrand dan Kebon Agung): total 480 kg — Rp17.000/kg
- Telur ayam ras (PT Surya Kreasi Pangan): Rp23.000/kg
- Telur ayam program Padat Karya Pemberdayaan Gamis (Keluarga Miskin): 100 pak
- Daging sapi dan ayam: daging sapi segar dan olahan dari PD Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya serta daging ayam ras dari PT Primafood International.
Melalui sinergi berkesinambungan antara Pemkot Surabaya, BUMN, distributor swasta, dan kelompok usaha warga, Gerakan Pangan Murah diharapkan terus menjadi bantalan ekonomi yang efektif bagi masyarakat di tengah ketidakpastian iklim dan dinamika harga pasar.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
