Berita

Telusuri Dugaan Pungli PKL, Eri Tegaskan CFD Gratis

SURABAYA (Lenteratv) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Car Free Day…

Wali Kota Eri Cahyadi, telusuri langsung dari keterangan sejumlah pedagang di lokasi CFD Taman Bungkul Surabaya.
Wali Kota Eri Cahyadi, telusuri langsung dari keterangan sejumlah pedagang di lokasi CFD Taman Bungkul Surabaya.

SURABAYA (Lenteratv) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, tidak dikenai biaya atau gratis. Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama kepolisian masih menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan CFD Taman Bungkul, Minggu (19/7/2026) pagi. Dalam peninjauan itu, ia memastikan penataan kawasan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari lokasi PKL, area UMKM, hingga sistem parkir.

“Hari ini kita memastikan parkir yang ada di CFD sekaligus pedagang. Pedagang yang ada di tempat ini sudah kita atur. Jadi, ada tempat untuk PKL, tempat UMKM, dan tempat parkir yang ada di CFD. Sehingga tidak ada lagi parkir yang tidak non-tunai,” kata Wali Kota Eri.

Menurut dia, penataan tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat, pedagang, dan pengunjung dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman. Selain itu, ia menegaskan seluruh PKL yang berjualan di kawasan CFD tidak dipungut biaya. “Tidak ada yang namanya pedagang-pedagang itu berbayar, karena posisi ini gratis,” ujar Cak Eri, sapaan lekatnya.

Karena itu, Cak Eri mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan area berjualan setelah kegiatan selesai. Ia menilai kebersihan kawasan publik merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

“Saya berharap juga pedagang-pedagang ini, kalau sudah menyelesaikan (jualan) dan selesai berdagang, mohon dibersihkan. Jangan sampai setelah berdagang tidak dibersihkan dan ditinggal. Kalau sampai kejadian itu, tidak kami izinkan lagi,” katanya.

Ia optimistis budaya menjaga kebersihan telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Kota Pahlawan. “Tapi, saya yakin orang Surabaya berani bersih. Jadi setelah berdagang, dibersihkan sendiri, disapu sendiri ya,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Eri juga menanggapi dugaan pungli terhadap PKL di kawasan CFD yang sempat dikeluhkan pedagang dan viral di media sosial. Ia mengaku telah mendatangi rumah pihak yang diduga melakukan penarikan uang bersama aparat kepolisian.

“Kejadian kemarin terkait adanya tarikan-tarikan dari umi-umi (perempuan), saya sudah mendatangi rumahnya bersama polisi dan Polda (Jatim) untuk mencari orang tersebut. Namun, ternyata orang ini, umi-umi ini, sudah tidak ada di tempat. Tapi bukan berarti kami berhenti,” tutur dia.

Ia memastikan Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya untuk menindaklanjuti dugaan pungli tersebut. “Maka, kami terus bekerja sama dengan Siber di Polda dan Polres untuk mencari. Karena saya tidak mau lagi ada pungutan-pungutan liar di Kota Surabaya,” tegasnya.

Untuk itu, Cak Eri juga mengimbau pihak yang diduga melakukan penarikan uang kepada PKL di CFD Taman Bungkul agar bersikap kooperatif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jadi, saya berharap umi-umi, njenengan (Anda) di mana saja, ayo bertemu. Setelah menarik (iuran), harus bisa mempertanggungjawabkan. Saya tidak mau lagi ada uang (tarikan) itu,” pungkasnya.idak mau lagi ada uang (tarikan) itu,” pungkasnya.

Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *