SURABAYA (LenteraTV) – Aksi pasangan suami istri (pasutri) yang diduga melakukan pencurian sepeda motor di sebuah rumah kos di Kelurahan Tembok Lor 1, Bubutan, Surabaya, viral di media sosial. Polisi menyebut pelaku sudah sangat memahami wilayah tersebut dan diduga melakukan aksi serupa di lebih dari satu lokasi. Saat ini, kedua pelaku masih dalam pengejaran polisi yang telah mengantongi identitas mereka.
Inilah rekaman CCTV warga Kelurahan Tembok Lor 1, Bubutan, Surabaya, yang sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak dua orang yang diduga pasangan suami istri mencuri sepeda motor di sebuah rumah kos.
Keduanya dengan mudah masuk ke area kos dan membawa kabur motor Honda Beat milik penghuni kos yang terparkir di depan bangunan. Saat itu, pintu pagar kos dalam kondisi tidak tergembok.
Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayahnya. Dari hasil penelusuran dan komentar warganet di TikTok, polisi sudah mengantongi alamat tempat tinggal pelaku yang diduga merupakan warga dari seberang atau Pulau Madura.
“Jadi dapat kami sampaikan bahwa kejadian itu benar di wilayah kami dan diduga mereka adalah pasangan suami istri. Seperti yang kita lihat viral di media sosial,” ujar Sandi saat ditemui di Mapolsek Bubutan, Selasa (4/11).
Modusnya, pelaku bergerak pada waktu subuh atau menjelang subuh saat situasi sepi. Kondisi pagar kos yang tidak tergembok membuat pelaku leluasa masuk.
Sandi menambahkan, kemungkinan pelaku tidak hanya beraksi sekali karena terlihat sangat memahami wilayah tersebut.
“Kemungkinan ada (mencuri di wilayah lain) karena yang bersangkutan sepertinya sudah sangat memahami wilayah tersebut di mana mereka bergerak yaitu pada subuh atau menjelang subuh,” jelasnya.
Polisi juga menemukan fakta bahwa motor yang digunakan pelaku saat beraksi menggunakan pelat nomor palsu. Pelat asli yang terdeteksi merupakan pelat kendaraan Honda Beat, sedangkan pelat yang terpasang pada motor pelaku berbeda.
“Untuk motor yang dicuri Honda Beat. Dapat kita lihat seperti video yang tersebar bahwa kos-kosan tersebut tidak digembok pintunya sehingga mereka dengan gampang masuk. Untuk motor yang dipakai pelaku itu kami sudah deteksi bahwa plat nomor tersebut merupakan plat kendaraan Honda Beat sedangkan yang digunakan itu palsu,” tegas Sandi.
Terkait alamat pelaku, polisi mendapatkan informasi dari hasil penelusuran dan komentar-komentar di TikTok yang menyebutkan alamat mereka.
“Yang bersangkutan kemungkinan itu warga dari seberang dikarenakan penelusuran-penelusuran dan komen-komen dari TikTok yang ada menyampaikan alamat mereka,” tambahnya.
Hingga saat ini, tim Polsek Bubutan masih melakukan pengejaran di lapangan. Polisi mengimbau kedua pelaku untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Jadi kami juga Polsek menghimbau kepada mereka berdua untuk dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya karena kalau tidak apabila nanti kami melaksanakan upaya paksa maka akan kami laksanakan tindakan tegas terhadap mereka berdua. Sampai saat ini kami masih melaksanakan pengejaran dan tim kami masih berada di lapangan,” pungkasnya.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
