Berita

Wamenperin Dorong Potensi Pengolahan Hasil Laut Nasional, PT BMI Optimistis Perluas Ekspor

SURABAYA (Lenteratv) – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) RI, Faisol Riza, mendorong potensi besar ekspor olahan udang di Jawa Timur ke…

Kunjungan kerja peningkatan ekspor perikanan nasional di PT BMI, Margomulyo, Surabaya, Jawa Timur.
Kunjungan kerja peningkatan ekspor perikanan nasional di PT BMI, Margomulyo, Surabaya, Jawa Timur.

SURABAYA (Lenteratv) – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) RI, Faisol Riza, mendorong potensi besar ekspor olahan udang di Jawa Timur ke pangsa pasar internasional. Salah satu pabrik pengolahan perikanan dan hasil laut yang menjadi tujuan kunjungan Wakil Menteri Perindustrian adalah PT Bumi Menara Internusa. PT BMI mendapat tantangan dari pemerintah untuk melebarkan ekspor ke pangsa internasional dengan volume lebih besar. Di sisi lain, ada kendala signifikan menyoal ekspor produksi pengolahan makanan perikanan, yaitu susahnya bahan baku dari hulu, terutama pasokan dari daerah lokal yang masih kurang cepat.

Menurut Wakil Menteri Perindustrian RI, produksi pengolahan hasil laut nasional memiliki potensi besar ke arah ekspor.

Beberapa daerah yang paling berpeluang besar ekspor tersebut, yakni Amerika, China, dan Eropa.

Karena itulah, Faisol Riza mendorong produsen pengolahan hasil laut di Jawa Timur menjawab potensi tersebut. Belum lagi masih adanya peluang maksimalisasi volume produksi dalam negeri yang lebih besar dari sebelumnya.

Namun faktanya, Indonesia masih kalah dengan negara Ekuador, India, dan China. Negara-negara ini banyak memproduksi olahan hasil laut, terutama pengolahan udang.

Industri olahan laut dalam negeri masih jauh dari hulu, terutama budidaya udang. Pemerintah berharap produsen bisa bersama-sama dengan pemerintah memperbaiki beberapa kendala teknis ini sehingga bahan baku bisa melimpah dan bisa diolah dengan cepat.

“Kita masih kalah dengan Ekuador, India, dan China, di mana negara ini banyak memproduksi olahan laut, terutama udang yang hari ini pasar ekspornya bagi Indonesia menjanjikan, terutama ekspor ke Amerika. Tantangannya adalah kita harus bisa membuat inline bahan baku dari hulu hingga ke proses pengolahan. Hari ini kita masih kalah jauh dari hulu, terutama budidaya udang dan kita berharap pelaku usaha bisa bersama-sama dengan pemerintah memperbaiki beberapa kendala teknis yang ada di hulu, sehingga bahan baku bisa melimpah dan bisa diolah dengan cepat dan dikirim ke negara tujuan,” ungkap Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian RI.

Sementara itu, PT BMI sebagai pelaku usaha atau produsen pengolahan perikanan dan makanan laut menjadi bagian dari kunjungan kerja peningkatan ekspor Kementerian Perindustrian di Surabaya, Jawa Timur. Saat ini, ada produksi pengolahan perikanan mencapai 35 ribu ton per tahun. Seluruh hasil produksi PT BMI sebesar 100 persen dialokasikan untuk pasar mancanegara, dengan porsi terbesar dikirim ke Amerika Serikat 80 persen, disusul Jepang, Eropa, dan Tiongkok.

“Hampir seratus persen dari 35 ribu ton per tahun, penjualan diekspor dengan 80 persen ke Amerika, Jepang, Eropa, dan Tiongkok. Kami ada pengolahan komoditas udang 70 persen, disusul gurita, ikan, dan rajungan. Bahan baku kita cari sampai ke ujung di Indonesia manapun, ke Papua, Medan, kita pastikan kualitasnya tetap terjaga dengan baik,” terang Aris Utama, Direktur PT Bumi Menara Internusa.

Komoditas udang mendominasi portofolio ekspor perusahaan hingga 70 persen, disusul gurita, ikan, dan rajungan.

Dorongan Kementerian Perindustrian ini disambut optimistis PT BMI untuk dapat menggandakan produksinya demi memenuhi permintaan global.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *