SURABAYA (Lenteratv) – Polrestabes Surabaya akhirnya menangkap pelaku penjambretan sadis, yang menewaskan seorang ASN beberapa waktu lalu.
Dalam operasi ini, pelaku eksekutor yang menjadi buruan selama sebulan, dilumpuhkan dengan timah panas saat berusaha melawan Polisi. Sedangkan dua pelaku yang tak lain pasangan suami istri pun turut ditangkap.
Pelarian komplotan jambret sadis ini berhasil diungkap Tim Jatanras Polrestabes Surabaya.
Pelaku utama berinisial N, berusia 22 Tahun, Warga Dupak Bandarejo. Ia harus dihadiahkan timah panas karena melawan saat akan ditangkap.
Aksi kejahatan ini dilakukan bersama dua pelaku lain yang masih memiliki hubungan keluarga yakni sepasang suami istri. Ketiga tersangka kini harus berurusan dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Peristiwa penjambretan terjadi di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya, tepat di depan pintu keluar sisi timur laut Grand City Mal. Saat itu, korban perempuan berinisial W sedang mengendarai motor seorang diri. Namun siapa sangka ia dibuntuti komplotan pelaku.
Setelah berhasil mendekati motor korban, pelaku langsung merampas tas secara brutal hingga membuat korban terjatuh dan mengalami cedera berat di bagian kepalanya.
Korban sempat menjalani perawatan intensif dan operasi di Rumah Sakit, namun karena luka dideritanya, korban akhirnya meninggal dunia.
Dari hasil penyelidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, tas korban, kartu identitas, kartu ATM, serta pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi.
“Aksi kejahatan ini dilakukan bersama dua pelaku lain yang masih memiliki hubungan keluarga, termasuk pasangan suami istri. Kini ketiga tersangka diringkus semua oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kami berterima kasih karena anggota berhasil menangkap, serta juga dibantu oleh masyarakat,” ungkap AKPB Edy Herwiyanto, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya.
Polisi menyebut modus operandi para pelaku yakni berkeliling menggunakan sepeda motor sebelum mendapati calon korbannya. Mereka biasa menargetkan korban perempuan, yang mengendarai motor saat malam hari.
Sementara itu, pihak keluarga mengaku sangat terpukul atas kehilangan putri yang menjadi harapan keluarga.
“Padahal kakak saya itu adalah tulang punggung keluarga, kami berharap seluruh pelaku dihukum seberat-beratnya,” kata Anie adik korban dengan penuh emosional.
Mereka berharap seluruh pelaku mendapat hukum seberat-beratnya karena menyebabkan sang kakak meninggal dunia akibat perbuatannya.
Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin
