SURABAYA (Lenteratv) – Kericuhan mewarnai gelaran pesta rakyat yang dimeriahkan oleh Denny Caknan dalam rangkaian Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) di kawasan Eks Hi-Tech Mal THR 5 Juli 2026 lalu. Kericuhan dalam rangkaian HJKS 733 ini pun sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Kericuhan diakibatkan membludaknya penonton dengan kedatangan ratusan ribu pengunjung. Para calon pengunjung yang memaksa masuk sempat terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan, di halaman belakang Eks Hi-Tech Mal THR.
Membludaknya jumlah calon pengunjung membuat petugas terpaksa menutup sebagian pagar pintu untuk mengendalikan dorongan massa.
Namun hal itu justru membuat aksi saling dorong semakin masif, hingga membuat pagar besi setinggi kurang lebih 3 meter, dan lebar hingga 5 meter tersebut roboh menimpa sejumlah pengunjung.
Akibat kejadian tersebut, 12 orang termasuk dua petugas pemadam kebakaran dan anggota Babinsa, dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Soewandhie untuk mendapatkan perawatan medis.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap acara tersebut. Ia membantah kericuhan terjadi akibat pemberlakuan tiket gratis, melainkan diduga dipicu oleh tingginya antusiasme warga dari luar Kota Surabaya yang turut datang ke lokasi. Ke depan, pihaknya akan melakukan penyaringan terhadap acara serupa agar lebih mengutamakan warga Kota Surabaya. Eri juga akan mengkaji persoalan tersebut bersama Wakil Wali Kota Surabaya dan sejumlah anggota DPRD Surabaya untuk memetakan permasalahan yang terjadi.
“Kami menerima laporan ada 12 orang dirawat di RS Soewandhie Surabaya, namun semua korban sudah pulih tinggal 2 orang petugas yang kini menjalani operasi. Bukan soal gratisnya, karena acara Pemkot memang harus gratis untuk warga. Tapi ini yang datang banyak dari luar, sampai ada yang menggunakan bus, ke depan kita evaluasi mengutamakan warga Surabaya,” ujar Eri Cahyadi seusai sidang paripurna pembahasan APBD Kota Surabaya Tahun 2026 di DPRD Surabaya.
Menurut Eri seluruh korban telah dipulangkan, kini hanya dua orang petugas yang masih menjalani operasi, karena mengalami patah tulang.
Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Novi
