Berita

Evakuasi Tahap Akhir, 62 Korban KMP Mutiara Sentosa II Tiba di Tanjung Perak

SURABAYA (Lenteratv) – Tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi 62 korban kapal terbakar KMP Mutiara Sentosa II. Ke-62 korban tersebut…

Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian korban KMP Mutiara Sentosa 2 sesuai pola pencarian yang ditetapkan Basarnas.
Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian korban KMP Mutiara Sentosa 2 sesuai pola pencarian yang ditetapkan Basarnas.

SURABAYA (Lenteratv) – Tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi 62 korban kapal terbakar KMP Mutiara Sentosa II. Ke-62 korban tersebut dievakuasi menuju Surabaya. Dijadwalkan pada Selasa sore (4/8/2026), ke-62 korban tiba di Posko Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa II yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak.

Rencananya, ke-62 penumpang tersebut tiba di Posko Pusat Informasi Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa sore. Para korban dibawa ke Surabaya menggunakan KM Masalembu. 

Sementara itu, di Posko Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa II, tim SAR gabungan tampak bersiap menyambut dan memeriksa kondisi kesehatan para penumpang yang selamat.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengakui bahwa kendala dalam proses evakuasi para korban ialah faktor cuaca buruk, sehingga tim SAR gabungan di lokasi harus bekerja ekstra dalam proses evakuasi.

“Kendalanya ialah faktor cuaca, terutama saat cuaca buruk. Hal itu yang membuat kami kesulitan dalam memindahkan korban dari kapal satu ke kapal lainnya,” ungkap Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit.

Sebelumnya, Basarnas memastikan operasi pencarian korban KMP Mutiara Sentosa II masih terus dilakukan. Sesuai prosedur, masa operasi SAR akan dilaksanakan selama tujuh hari apabila masih terdapat korban yang belum ditemukan. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi untuk menentukan perlu atau tidaknya perpanjangan operasi.

Kepala Basarnas Marsda TNI, Mohammad Syafii, menjelaskan operasi SAR saat ini difokuskan pada pencarian korban yang masih belum ditemukan. Kapal SAR Permadi dari Surabaya terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian bersama seluruh unsur SAR gabungan.

Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, Basarnas menentukan pola operasi berdasarkan perhitungan arah angin, kecepatan arus, dan tinggi gelombang. Metode ini digunakan agar area pencarian dapat menyesuaikan pergerakan korban di laut.

Proses evakuasi pada hari pertama sempat terkendala cuaca buruk. Seluruh korban yang terjangkau berhasil dievakuasi dengan bantuan kapal-kapal yang melintas. Kini, fokus Basarnas adalah menuntaskan pencarian dalam masa operasi yang telah ditetapkan.

Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *