SURABAYA (Lenteratv) – Dua pos polisi lalu lintas di Surabaya, Jawa Timur, diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Sabtu malam lalu. Salah satu saksi mata di lokasi kejadian menyebut, pelaku berjumlah satu orang dengan mengendarai sepeda motor bebek dan berpakaian hitam. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku.
Satu di antara pos polisi lalu lintas yang diduga dilempar bom molotov adalah Pos Polisi Margorejo yang berada di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Pos polisi ini diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Sabtu malam lalu. Tampak di depan pintu pos polisi terlihat hangus bekas api. Sejumlah anggota polisi berpakaian preman terlihat berjaga di lokasi untuk pengamanan.
Menurut keterangan saksi mata, petugas penjaga perlintasan kereta api Margorejo yang berjarak 30 meter dari lokasi kejadian menyatakan, pelaku pelemparan berjumlah satu orang. Awalnya, pelaku duduk di atas motor bebek yang dikendarainya. Tiba-tiba, pelaku menyulut api dan melemparkannya ke arah pos polisi. Saat kejadian, di dalam pos polisi, menurut saksi, tidak ada orang. Dari keterangan saksi, pelaku memiliki ciri-ciri mengenakan pakaian hitam.
Selain Pos Polisi Lalu Lintas Margorejo, Pos Polisi Bundaran Waru juga diduga mendapat pelemparan bom molotov. Di dalam pos polisi terlihat ada garis polisi yang melintang dan juga mendapatkan pengamanan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, pihak Polrestabes Surabaya masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti di lokasi guna memburu pelaku.
“Benar, saya telah menerima informasi terkait adanya kejadian tersebut. Anggota Polrestabes Surabaya saat ini telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Saat ini masih dilakukan pendalaman untuk memastikan kronologi, penyebab, serta fakta-fakta terkait kejadian tersebut,” terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Untuk jenis benda maupun penyebab kejadian, belum dapat dipastikan oleh polisi karena masih dalam pemeriksaan dan pengumpulan bukti di lokasi kejadian.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
