Berita

Empat Oknum Pesilat Ditangkap Usai Rusak Rumah dan Mobil Warga

SURABAYA (Lenteratv) – Polrestabes Surabaya berhasil menangkap empat pelaku perusakan dan aksi anarkisme dalam pengesahan perguruan silat pada malam Satu…

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkap perkembangan kasus perusakan dan aksi anarkisme saat pengesahan perguruan silat di Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkap perkembangan kasus perusakan dan aksi anarkisme saat pengesahan perguruan silat di Surabaya.

SURABAYA (Lenteratv) – Polrestabes Surabaya berhasil menangkap empat pelaku perusakan dan aksi anarkisme dalam pengesahan perguruan silat pada malam Satu Suro beberapa waktu lalu. Para pelaku yang ditangkap merupakan warga asal Jombang. Mereka terbukti melakukan perusakan rumah dan mobil di Jalan Prapen, Surabaya.

Keempat tersangka masing-masing berinisial MALB, HN, AS, dan MNAF. Mereka ditangkap di Jombang setelah Polisi menganalisis keterangan saksi Dan rekaman CCTV di sepanjang lokasi kejadian.

Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, para pelaku datang dari Jombang untuk mengikuti kegiatan pengesahan warga P di Surabaya. Sebelum kejadian, mereka disebut mengonsumsi minuman keras dan berkeliling kota.

Saat melintas di Jalan Prapen, para pelaku bertemu dengan warga yang mengenakan kaus perguruan silat lain. Saling ejek pun terjadi hingga para pelaku berbalik arah dan mengajak kelompok lain untuk menyerang lokasi.

“Empat orang ini adalah warga dari Jombang. Awalnya, mereka mengetahui adanya kegiatan PSHT sah-sahan di Surabaya, lalu berangkat ke Surabaya pada siang hari dan setibanya di Surabaya langsung menuju Kenjeran. Mereka kemudian berbalik arah dan kebetulan bertemu dengan kelompok-kelompok PSHT lain yang kemudian diajak untuk menyerbu atau menyerang lokasi. Berdasarkan keterangan para korban, kami mengetahui ciri-cirinya. Ditambah dengan rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalan, seluruhnya kami kumpulkan dan analisis hingga akhirnya mengerucut kepada empat orang tersangka ini. Kami kemudian mendapatkan identitas yang bersangkutan dan melakukan penangkapan di wilayah Jombang. Dari keterangan empat orang ini, semuanya mengakui ada yang memukul, melempar, serta merusak gerbang. Hal itu selaras dengan rekaman CCTV yang kami dapatkan. Saat ini masih terus kami kembangkan karena dari CCTV tersebut cukup banyak pelaku lainnya. Masih kami analisis satu per satu, baik dari nomor polisi kendaraan maupun ciri-ciri jaket, topi, dan sebagainya,” ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

Polisi yang mendapat laporan segera membubarkan massa menolong korban, melakukan Olah TKP, memeriksa saksi , serta mengumpulkan rekaman CCTV. Hasil Penyelidikan mengarahkan petugas kepada Empat tersangka yang kemudian ditangkap. 

Dari hasil pemeriksaan keempat tersangka mengakui perannya masing-masing mulai dari memukul melempar, hingga merusak gerbang warga.

Pengakuan tersebut diperkuat dengan bukti rekaman CCTV. Hingga kini polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk memburu pelaku lain yang diduga ikut terlibat. Polrestabes Surabaya menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aksi kekerasan dan anarkis di Kota Surabaya.

Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *