Berita

BPBD Jawa Timur Tetapkan 22 Kabupaten/Kota Berstatus Darurat Kekeringan

SURABAYA (Lenteratv) – Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status darurat kekeringan. Dari 22 wilayah tersebut, 19 daerah…

Warga sebuah desa di Kabupaten Probolinggo mengantre air bersih saat dilanda kekeringan.
Warga sebuah desa di Kabupaten Probolinggo mengantre air bersih saat dilanda kekeringan.

SURABAYA (Lenteratv) – Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status darurat kekeringan. Dari 22 wilayah tersebut, 19 daerah berstatus siaga darurat dan 3 daerah berstatus tanggap bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa Agustus 2026 merupakan puncak musim kering. Hal tersebut berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Gatot, dari potensi 29 kabupaten/kota di Jatim yang mempunyai daerah rawan kekeringan, hingga kini sudah ada 22 kabupaten/kota yang telah menetapkan status darurat kekeringan di wilayah tersebut.

“Untuk kekeringan sendiri, hingga hari ini sebagaimana informasi BMKG, ini merupakan puncak musim kering. Dari potensi 29 kabupaten-kota di Jawa Timur yang punya rawan kekeringan, sudah ada 22 kabupaten-kota yang membuat SK Siaga Darurat,” ungkap Gatot Soebroto, Kalaksa BPBD Jatim.

Dari 22 wilayah yang telah menetapkan status darurat kekeringan, 19 daerah berstatus siaga darurat dan 3 daerah berstatus tanggap bencana. Sebanyak 19 daerah yang menyatakan status Siaga Darurat, di antaranya Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Jombang, Bojonegoro, Pamekasan, dan Kota Batu.

Sedangkan, 3 daerah lain yang menetapkan status tanggap darurat ialah Kabupaten Mojokerto, Lumajang, dan Situbondo.

Kalaksa BPBD Jatim ini menerangkan, dari 22 wilayah tersebut, sudah ada 15 kabupaten/kota yang mengajukan permohonan ke BPBD Jatim untuk dibantu dropping air bersih. Setelah itu, BPBD langsung melakukan pendataan daerah mana saja yang sekiranya paling membutuhkan untuk dilakukan dropping air bersih.

“Dan kita sudah melakukan pendataan, sudah dilakukan dropping air bersih, dan nanti tetap kita menunggu permintaan penduduk dari daerah mana yang sekiranya paling butuh untuk dilakukan dropping air bersih,” imbuhnya.

BPBD Jawa Timur telah menyiapkan langkah penanganan berupa alokasi ribuan ritase air bersih, tandon air, serta terpal bagi wilayah yang membutuhkan, seperti penyaluran bantuan tandon dan distribusi air bersih yang bekerja sama dengan berbagai relawan di daerah terdampak.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *