Berita

Mahasiswa KKN 117 UINSA Tutup Pengabdian dengan Inovasi Briket dari Limbah PT Satoria

PASURUAN (Lenteratv) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 117 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar sosialisasi pemanfaatan…

Mahasiswa KKN menjelaskan produk briket Geni Sambi.
Mahasiswa KKN menjelaskan produk briket Geni Sambi.

PASURUAN (Lenteratv) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 117 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah abu PT Satoria menjadi briket sekaligus acara penutupan KKN di Balai Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu malam (22/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh kelompok tani, anggota Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perangkat desa, serta tokoh masyarakat Desa Sambisirah.

Sosialisasi ini merupakan salah satu program unggulan KKN Kelompok 117 UINSA yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah industri menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Program tersebut berangkat dari kondisi di Desa Sambisirah yang memiliki limbah abu hasil produksi PT Satoria dalam jumlah cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menjadi limbah yang terbuang sia-sia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan inovasi pembuatan briket dengan memanfaatkan limbah abu PT Satoria yang dikombinasikan dengan limbah bonggol jagung. Perpaduan kedua bahan tersebut menghasilkan briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambah limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menayangkan video visualisasi proses pembuatan briket yang menjelaskan tahapan pengolahan, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, pencetakan, hingga hasil akhir yang siap digunakan. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses produksi, manfaat, hingga peluang pengembangan briket sebagai produk yang bernilai ekonomis.

Salah satu perwakilan kelompok tani Desa Sambisirah menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN. Menurutnya, pemanfaatan limbah abu PT Satoria menjadi briket merupakan solusi yang inspiratif karena tidak hanya mengurangi limbah yang selama ini belum termanfaatkan, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai jual limbah tersebut apabila dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat.

Selain menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momen penutupan rangkaian pengabdian KKN Kelompok 117 UINSA di Desa Sambisirah. Suasana berlangsung hangat dan penuh haru ketika mahasiswa menampilkan video dokumenter yang berisi rangkaian kegiatan selama menjalankan program KKN. Dokumentasi tersebut menampilkan berbagai aktivitas mahasiswa bersama masyarakat, mulai dari program pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan sosial yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian.

Momen penutupan semakin emosional saat mahasiswa berpamitan kepada perangkat desa, kelompok masyarakat, dan beberapa tokoh masyarakat yang selama ini memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program KKN. Kebersamaan yang terjalin selama masa pengabdian meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Sambisirah.

Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 117 UINSA berharap inovasi pembuatan briket dari limbah abu PT Satoria dan limbah bonggol jagung dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai salah satu solusi pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, inovasi tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok tani, BUMDes, dan masyarakat Desa Sambisirah di masa mendatang.

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *