Berita

Grebek UMKM Mahasiswa KKN 115 UINSA Fasilitasi Pemasangan Banner bagi 4 Pelaku Usaha di Kendang Dukuh

PASURUAN (Lenteratv) – Sebanyak empat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tiga wilayah Desa Kendang Dukuh, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten…

Penyerahan dan Pemasangan Banner kepada Pelaku UMKM.
Penyerahan dan Pemasangan Banner kepada Pelaku UMKM.

PASURUAN (Lenteratv) – Sebanyak empat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tiga wilayah Desa Kendang Dukuh, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, kini memiliki identitas usaha yang lebih profesional setelah mengikuti program pendampingan yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 115 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Program bertajuk Grebek UMKM ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan terstruktur pada 10, 11, dan 20 Juli 2026. Program tersebut berfokus pada pendampingan pembuatan dan pemasangan banner usaha sebagai upaya meningkatkan branding serta daya tarik konsumen. Empat UMKM yang menjadi peserta dalam program ini berasal dari tiga wilayah berbeda, yakni Kendang Utara, Kendang Tengah, dan Kendang Selatan. Mereka terdiri atas beragam jenis usaha, yaitu warung makanan milik Ibu Supiati di Kendang Utara, warung makanan dan gorengan milik Ibu Nurul di Kendang Tengah, warung kopi dan makanan milik Ibu Dilah di Kendang Selatan, serta warung bakso milik Bapak Malik di Kendang Selatan. Keempat pelaku usaha tersebut dipilih berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan tim KKN 115 dengan mempertimbangkan potensi pengembangan usaha dan kebutuhan untuk meningkatkan citra usaha melalui media promosi fisik.

Program ini merupakan bagian dari upaya nyata mahasiswa KKN 115 UINSA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di pedesaan sekaligus menjawab tantangan pemasaran yang masih minimnya identitas visual pada usaha mikro di wilayah Kendang Dukuh.

Program pendampingan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemanfaatan media promosi fisik di kalangan pelaku UMKM di Desa Kendang Dukuh. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh tim KKN 115, sebagian besar pelaku usaha belum memiliki banner atau papan nama yang memadai, sehingga konsumen sering kesulitan mengenali lokasi dan jenis usaha yang ditawarkan. “Kami melihat banyak UMKM di sini masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut tanpa adanya identitas visual yang jelas. Melalui program GREBEK UMKM ini, kami berharap para pelaku usaha dapat lebih percaya diri dan usahanya lebih dikenal oleh masyarakat luas,” ungkap salah satu tim KKN 115. Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kapasitas pemasaran dan branding produk lokal sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Pada pertemuan pertama yang digelar pada tanggal 10 Juli 2026, tim KKN 115 memulai kegiatan dengan melakukan observasi lapangan dan pendataan secara door to door kepada empat pelaku UMKM yang berminat untuk dibantu dalam proses pembuatan banner. Tahap awal ini diawali dengan kunjungan ke masing-masing lokasi usaha yang tersebar di tiga wilayah, yakni Kendang Utara, Kendang Tengah, dan Kendang Selatan.

Setelah proses pendataan selesai, tim KKN 115 kemudian memberikan sosialisasi singkat mengenai pentingnya memiliki banner atau papan nama usaha dalam meningkatkan daya saing dan menarik perhatian konsumen. Para UMKM diberikan pemahaman tentang bagaimana banner yang menarik dan informatif dapat menjadi media promosi efektif yang bekerja 24 jam, membantu pelanggan baru menemukan lokasi usaha, serta membangun citra profesional. Sosialisasi ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan para pelaku usaha untuk menyampaikan keinginan mereka terkait desain dan ukuran banner yang akan dibuat.

Memasuki pertemuan kedua pada tanggal 11 Juli 2026, tim KKN 115 kembali mendatangi keempat lokasi UMKM untuk melakukan pengukuran ukuran banner yang akan dibuat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan banner yang diproduksi memiliki ukuran yang proporsional dengan tempat usaha masing-masing serta mudah terlihat oleh konsumen.

Pada tahap ini, para mahasiswa melakukan pengukuran lebar dan panjang area pemasangan banner, baik di dinding depan maupun di kanopi atau teras usaha. Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga tim KKN 115 menyesuaikan ukuran banner dengan kondisi ruang yang tersedia.

Selain pengukuran, tim KKN 115 juga melakukan konsultasi desain bersama para pelaku UMKM. Mahasiswa menanyakan preferensi warna, jenis huruf, serta informasi penting yang ingin dicantumkan dalam banner, seperti nama usaha, jenis produk unggulan, nomor telepon, dan jam operasional. Para pelaku usaha sangat antusias memberikan masukan desain karena mereka merasa dilibatkan secara langsung dalam proses kreatif pembuatan banner.

“Selama ini saya hanya mengandalkan tulisan tangan di papan triplek. Sekarang dengan banner yang bagus, saya berharap warung saya lebih ramai pengunjung,” ujar Ibu Supiati dengan penuh semangat. Tim KKN 115 juga memberikan tips tentang pemilihan warna kontras agar banner mudah dibaca dari jarak jauh serta penggunaan logo sederhana untuk memperkuat identitas usaha.

Puncak dari rangkaian kegiatan Grebek UMKM ini berlangsung pada pertemuan ketiga tanggal 20 Juli 2026, di mana tim KKN 115 melakukan penyerahan dan pemasangan banner secara langsung kepada empat peserta program. Momen ini menjadi puncak yang sangat dinantikan oleh para pelaku UMKM karena mereka akhirnya memiliki media promosi fisik yang layak untuk dipajang di tempat usaha masing-masing.

Banner yang diberikan didesain dengan warna-warna cerah, tulisan yang jelas, serta dilengkapi dengan informasi penting seperti nama usaha, jenis produk, nomor telepon, dan slogan singkat. Seluruh banner telah dicetak dengan bahan berkualitas yang tahan terhadap cuaca dan sinar matahari. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh tim KKN 115 kepada perwakilan peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan satu per satu di lokasi usaha masing-masing.

Proses pemasangan banner dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh tim KKN 115 dibantu oleh anggota keluarga pemilik usaha. Setiap banner dipasang pada titik strategis yang telah diukur sebelumnya, sehingga tampak rapi dan mudah terlihat oleh pengunjung yang melintas. Di sela-sela pemasangan, mahasiswa juga memberikan arahan tentang cara merawat banner agar tetap awet dan bersih, seperti membersihkan debu secara berkala dan menghindari pemasangan di tempat yang terlalu lembab.

Profil Empat UMKM Peserta Program GREBEK UMKM

Keempat pelaku UMKM yang menjadi peserta program Grebek UMKM ini memiliki karakteristik usaha yang beragam dan tersebar di tiga wilayah berbeda. Berikut profil singkat mereka:

  1. Warung Makan Supiati (Ibu Supiati) – Kendang Utara
    Usaha warung makanan ini sudah berjalan lebih dari 7 tahun dan menjadi langganan warga Kendang Utara. Menu andalannya adalah lontong soto dan Mie goreng. Dengan adanya banner baru, Ibu Supiati berharap warungnya semakin dikenal dan ramai dikunjungi.
  2. Warung Nurul (Ibu Nurul) – Kendang Tengah
    Usaha warung makanan dan gorengan ini terletak di Kendang Tengah dan sering menjadi tempat nongkrong warga. Ibu Nurul menyediakan berbagai makanan seperti tahu campur, lontong kupang, mie goreng lengkap dengan gorengan seperti tempe, tahu, dan pisang goreng dan snack. Adapun minuman nya seperti es campur, kopi, es the, air mineral. Dengan banner yang terpasang, ia berharap pelanggan dari luar wilayah juga mudah menemukan warungnya.
  3. Warung Kopi Dilah (Ibu Dilah) – Kendang Selatan
    Warung kopi dan makanan ini menjadi tempat favorit para petani dan buruh tani untuk bersantai. Adapun makanan yang dijual ibu dilah ini yakni nasi rawon, pecel, dan bberbagai gorengan. Ibu Dilah sangat antusias dengan adanya banner karena dapat menarik pelanggan baru yang melintas di jalur utama Kendang Selatan.
  4. Warung Bakso Malik (Bapak Malik) – Kendang Selatan
    Satu-satunya usaha bakso di wilayah Kendang Selatan yang menjadi peserta program ini. Bapak Malik melayani berbagai varian bakso seperti bakso kasar, halus, dan jumbo. Dengan banner yang terpasang, ia berharap usahanya dapat bersaing dengan kedai bakso di wilayah lain.

Melalui program Grebek UMKM, mahasiswa KKN 115 UINSA berharap keempat pelaku UMKM di Desa Kendang Dukuh semakin adaptif terhadap strategi pemasaran modern, memiliki identitas usaha yang jelas, serta mampu memperkuat branding dan memperluas jangkauan konsumen. Dengan adanya banner, promosi usaha menjadi lebih efektif, konsumen lebih mudah mengenali lokasi dan jenis usaha, serta mampu meningkatkan kepercayaan dan minat beli pelanggan.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, para pelaku usaha mikro diharapkan tidak hanya memperoleh banner fisik, tetapi juga mampu menerapkan strategi pemasaran secara mandiri dan berkelanjutan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Ke depan, diharapkan program-program serupa dapat terus digalakkan baik oleh mahasiswa KKN maupun oleh berbagai pihak lain yang peduli terhadap pengembangan UMKM di pedesaan, sehingga cita-cita mewujudkan ekonomi desa yang kuat dan berdaya saing dapat segera terwujud di seluruh pelosok tanah air.

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *