Berita

Aksi Konvoi PSHT Dari Berbagai Daerah Tuntut Penuntasan Kasus Premanisme

SURABAYA (Lenteratv) – Ribuan massa pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan sejumlah daerah di Jawa…

Ribuan massa PSHT berorasi di Jalan Kartini, Surabaya. Aksi massa tersebut menutup akses jalan dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Diponegoro.
Ribuan massa PSHT berorasi di Jalan Kartini, Surabaya. Aksi massa tersebut menutup akses jalan dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Diponegoro.

SURABAYA (Lenteratv) – Ribuan massa pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan sejumlah daerah di Jawa Timur menggelar konvoi di dua titik di Surabaya.

Massa sekitar 15 ribu orang datang dengan menggeber kendaraan bermotor di Jalan Sikatan dan Jalan Kartini, Surabaya. Dalam orasinya di depan Kantor Polrestabes Surabaya, massa membawa tuntutan pengusutan dugaan premanisme yang dilakukan penyidik kepolisian.

Sementara itu, kawasan Kartini menjadi salah satu titik aksi karena terdapat kantor sebuah organisasi warga non-Jawa yang berada di Jalan Teuku Umar. Hal ini berkaitan dengan kasus kekerasan beberapa hari lalu yang viral di media sosial.

Massa yang datang bukan hanya dari Surabaya, tetapi juga dari gabungan anggota muda atau anggota baru dari beberapa daerah di Jawa Timur, yakni Gresik, Sidoarjo, Ponorogo, Pasuruan, dan beberapa daerah lainnya.

Pengurus Organisasi PSHT Surabaya, Maksum Rosadin, saat dihubungi melalui telepon menyatakan bahwa konvoi kali ini merupakan aksi solidaritas atas kasus premanisme yang viral beberapa hari lalu. Namun, konvoi tersebut tidak bersifat resmi, melainkan merupakan inisiatif dari para anggota arus bawah. Meski demikian, aksi tersebut tetap dalam pantauan pengurus PSHT Surabaya. Massa menuntut agar penangkapan tidak hanya dilakukan terhadap satu orang saja, tetapi seluruh pelaku yang terlibat.

“Jadi, bukan dari organisasi, tetapi solidaritas dari adik-adik arus bawah. PSHT Surabaya juga ikut memantau. Ya, estimasi sekitar 15 ribu orang. Bisa jadi dari Gresik, Sidoarjo, dan sekitarnya. Ke Polrestabes dulu, baru ke M1R. Baru satu menyerahkan diri, keinginannya ya semua pelaku ditangkap,” ungkap Maksum Rosadin, Pengurus Organisasi PSHT Surabaya, saat dihubungi melalui telepon.

Sementara itu, atas tuntutan massa tersebut, Kapolrestabes Surabaya akan terus melakukan penyelidikan terkait kasus premanisme demi mewujudkan kerukunan antar kelompok dan golongan di Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya berkomitmen akan melakukan pengusutan tuntas kasus premanisme terkait konvoi tersebut. Pihaknya membutuhkan waktu untuk mencermati proses penyelidikan dalam kasus ini.

“Intinya, kami terus berkomitmen mengusut kasus premanisme ini. Secepatnya, tidak bisa diberi jangka waktu. Kalau bisa sekarang, ya sekarang, begitu ya,” tukas Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, sembari buru-buru meninggalkan lokasi pengamanan.

Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *