SURABAYA (Lenteratv) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang kapal jarak jauh selama musim libur sekolah. Untuk periode 1 Juni hingga 1 Juli 2026, kenaikan jumlah penumpang yang turun di Surabaya mencapai 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain dipengaruhi potongan tiket kapal sebesar 30 persen, antusiasme penumpang juga dipengaruhi banyaknya destinasi wisata di Jawa Timur.
Dari data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya, tercatat jumlah penumpang kapal yang berlabuh pada periode yang sama tahun ini dan tahun lalu meningkat dari 101.940 menjadi 120.790 orang. Sementara itu, jumlah armada tercatat meningkat dari 440 menjadi 456 kapal selama periode tersebut.
Menghadapi arus libur sekolah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak turut melakukan pengawasan terhadap sejumlah armada untuk memastikan kelaikannya. Pengawasan tersebut dilakukan sesuai Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Nomor 4 Tahun 2026. Dari hasil pengawasan, KSOP Tanjung Perak menyatakan sebanyak 24 kapal telah lulus uji kelaikan.
Berdasarkan data Marine Inspector, terdapat tujuh item kelayakan kapal, beberapa di antaranya meliputi aspek kelistrikan dan permesinan. Dari sejumlah rute kedatangan maupun keberangkatan, rute dengan sirkulasi penumpang tertinggi adalah Balikpapan-Surabaya dan Surabaya-Makassar.
“Pada musim libur sekolah ini, kami melaksanakan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Nomor 4 Tahun 2026 terkait uji kelaiklautan kapal. Sebelumnya, kami telah melakukan uji kelaiklautan terhadap kapal yang menjadi kewenangan KSOP Utama Tanjung Perak. Terdapat 24 kapal yang singgah di sini dan seluruhnya telah menjalani uji kelaiklautan. Hasilnya, seluruh kapal tersebut telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan layak beroperasi selama musim libur sekolah ini.
Selain itu, jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Surabaya dari pelabuhan asal meningkat 50 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Surabaya menuju berbagai pelabuhan tujuan meningkat 27 persen dibandingkan tahun 2025. Peningkatan jumlah penumpang yang datang paling banyak berasal dari Pelabuhan Balikpapan, sedangkan untuk keberangkatan dari Surabaya didominasi rute menuju Makassar,” terang Mustamim Kepala Bidang Perkapalan dan Perlautan KSOP Utama Tanjung Perak.
Mustamim menambahkan, kenaikan jumlah penumpang dipengaruhi oleh program diskon tiket kapal sebesar 30 persen. Selain itu, meningkatnya kunjungan penumpang dari luar pulau ke sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur juga turut menjadi faktor pendorong.
Ia memprediksi arus balik penumpang akan mencapai puncaknya (peak season) pada 11 dan 12 Juli. Pihaknya juga mengaku telah menyiapkan standar keselamatan untuk transportasi laut jarak jauh. Adapun jumlah penumpang yang berangkat dari Surabaya pada periode 1 Juni hingga 1 Juli diperkirakan mencapai 130.610 orang.
Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin
