SURABAYA (Lenteratv) – Sebanyak 70 pedagang kaki lima yang terkoordinasi di Sentra Wisata Kuliner Deles, Surabaya, menggelar upacara Kemerdekaan RI dengan khidmat serta mengenakan baju kebaya.
Cara unik ini dilakukan para PKL untuk menghormati pahlawan dan melestarikan pakaian tradisional, baik kebaya maupun batik, yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Dalam kesempatan ini, mereka menyuarakan nasionalisme dan ekonomi kerakyatan, terutama kuliner street food yang berbasis UMKM dan menyasar kalangan menengah ke bawah.
Sebagian besar pedagang telah berusia paruh baya, bahkan ada yang sudah lanjut usia. Meski demikian, semangat dan kekhidmatan dalam mengikuti upacara bendera Republik Indonesia terpancar dari wajah mereka. Hal ini menjadi realitas kecil yang turut menggambarkan semangat juang mereka dalam berdagang. Apalagi, segmen Sentra PKL mereka merupakan bagian dari ekonomi kerakyatan yang berkaitan dengan wajah ekonomi kecil dan menengah sebagai sumber penghidupan sehari-hari.
Di tengah pasang surutnya daya beli masyarakat, mereka pun tetap mampu bertahan.
Betapa tidak, PKL Deles juga harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19, persaingan dagang sesama pengusaha kuliner, hingga persaingan dengan restoran modern. Di antara puluhan stan SWK Deles, sebagian besar menjual penganan tradisional hingga street food atau makanan semimodern dengan harga terjangkau.
Meski terbilang singkat, upacara kali ini menjadi doa terbaik bagi para pedagang kaki lima, khususnya di Sentra Wisata Kuliner Deles, untuk terus bertahan. Mereka optimistis, di tengah tantangan dan fluktuasi ekonomi, PKL tetap menjadi salah satu pilar ekonomi Surabaya.
“Ini termasuk bentuk syukur kita atas para pejuang yang telah memerdekakan bangsa ini. Kami ikhlas untuk tetap menggelar upacara, meski sudah tiga kali dan ini tahun ketiga kami menggelar upacara. Ekonomi kita memang ada peningkatan sedikit dibanding masa corona. Kami pedagang tetap semangat berjualan. Semoga dengan cara sederhana ini, bisa membuat seluruh rakyat tahu akan arti kemerdekaan yang sebenarnya,” ujar Eko Busono, Koordinator PKL Deles.
Selain upacara bendera, para pedagang juga turut memeriahkan perayaan Agustusan dengan sejumlah lomba sebagai wadah silaturahmi antarpedagang. Mereka berharap melalui semangat upacara ini, makna kemerdekaan yang sebenarnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
