SURABAYA (Lenteratv) – Jalan Ahmad Yani Surabaya lumpuh total Selasa, 30 September 2026. Sebanyak 400 unit truk towing, rescue truck, dan self loader dari GSJT (Gerakan Sopir Jawa Timur) memadati jalan dan menggeruduk Kantor Dishub Prov Jatim.
Aksi ini diikuti lebih dari 1.000 sopir dari berbagai komunitas se-Jawa Timur. Di atas truk komando hijau, orator berteriak membakar semangat. Di atas truk lain, sopir berdiri di atas kabin.
Yang menyita perhatian, sebuah spanduk putih besar di atas towing putih bertuliskan dengan cat semprot, “Kebijakan Bukan Solusi, Sopir Sudah Mati.”
Banner besar GSJT Seruan Aksi juga terpasang dengan 7 tuntutan, yakni hapus barcode BBM bersubsidi, tagih janji Pemprov Jatim pembayaran penyesuaian dimensi kendaraan BST, tagih janji Jasa Marga mengkaji pembayaran penyesuaian dimensi kendaraan BST, stop pelarangan kendaraan lebih muatan naik kapal, pertanggungjawaban pemerintah kecelakaan di Pelabuhan Ketapang, beasiswa bagi anak korban kecelakaan kapal, dan revisi PMK No. 60 Tahun 2017 tentang besaran santunan korban kecelakaan.
Sasaran aksi kali ini adalah Kantor Dishub Prov Jatim, Gerbang Tol, Jasa Raharja, dan Kantor Gubernur Jatim.
Muslimin, perwakilan GSJT, mengatakan GSJT adalah wadah semua komunitas sopir Jatim. Aksi ini terpaksa dilakukan karena aspirasi tertulis sudah dilayangkan, namun berkali-kali tak direspons.
Tuntutan paling mendesak adalah barcode BBM. Ia menceritakan barcode sering terblokir saat sopir sedang bekerja di jalan, sehingga tidak bisa mengisi solar.
“Kalau di rumah keblokir enggak masalah, bisa ngurus, tapi kalau di jalan itu yang bikin susah,” ujarnya.
“Coba dibayangkan kalau tidak bisa mengisi posisi unit di luar rumah, apa bisa pulang. Sedangkan kita pulang membawa rezeki ditunggu orang di rumah,” lirihnya.
Akibat aksi ini, Jl. A Yani macet total. Gerbang Dishub Prov Jatim dijaga ketat polisi dari Polrestabes Surabaya dengan pos penjagaan.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
