SURABAYA (LenteraTV) – Sejumlah penumpang dievakuasi dalam simulasi musibah kebakaran di KM Kirana 7 di perairan Selat Madura saat berlayar dari Surabaya menuju Lombok, NTB. Skenario simulasi ini menggambarkan kepanikan 271 penumpang yang terjebak di tengah laut saat anjungan kapal terbakar dan komunikasi nakhoda sempat terputus.
Simulasi evakuasi dan pemadaman ini dilakukan oleh tim SAR gabungan dan sejumlah instansi keselamatan kemaritiman. Lokasi simulasi dipusatkan di Selat Madura, pada alur pelayaran Surabaya–Lombok.
Berdasarkan skenario, kebakaran terjadi di anjungan depan kapal. Asap tebal terlihat membumbung di anjungan tengah hingga bagian ramp door. Petugas kemudian mengerahkan sejumlah alut SAR, mulai dari KN Permadi, alut SAR KPLP, rigid boat, hingga alat pemadam kebakaran.
Tak lama kemudian, embarkation ladder atau tangga darurat dari karet diturunkan dari ketinggian sekitar 10 meter di dek kapal. Tangga karet tersebut digunakan untuk mengevakuasi penumpang yang sudah menggunakan pelampung ke sejumlah sekoci yang telah disiagakan di permukaan laut.
Kegiatan ini merupakan simulasi keselamatan dunia pelayaran yang digelar oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub, PT Dharma Lautan Utama (DLU), dan KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya, serta sejumlah instansi kemaritiman lainnya.
Plt. Dirjen Perhubungan Laut, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, menyebut kampanye keselamatan ini bukan hal baru dan rutin dilakukan setiap tahun dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.
Tujuannya untuk menumbuhkan budaya keselamatan, baik dari sisi regulator, operator, maupun masyarakat pengguna jasa, agar angka kecelakaan dapat ditekan.
“Hari ini kita melaksanakan simulasi penanganan kebakaran dari korban di dalam ini di KM Kirana 7 ini dalam rangka kampanye keselamatan. Ini memang menjadi salah satu program, bukan hal yang baru, setiap tahun kita lakukan. Dengan pelaksanaan ini kita berharap budaya keselamatan itu dari regulator kemudian dari masyarakat pengguna jasa kita harapkan tumbuh budaya ini,” ujar Lollan Andy di Tanjung Perak, Surabaya.
Lollan mengakui, meski kampanye rutin digelar, insiden kebakaran kapal masih terus terjadi. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor cuaca hingga kelalaian penumpang.
Hal yang paling disoroti adalah temuan barang berbahaya yang dibawa masuk ke kapal tanpa dilaporkan kepada operator.
“Meski kampanye keselamatan ini rutin digelar tiap tahun ya, tapi insiden terus terjadi. Insiden itu bisa terjadi memang kapan saja karena banyak faktor, kadang faktor cuaca, karena faktor penumpang. Atau dari investigasi yang ada juga bisa ditemukan adanya barang berbahaya yang dibawa yang tidak dilaporkan kepada operator,” jelasnya.
Menurutnya, fakta investigasi KNKT menunjukkan salah satu pemicu utama kebakaran di kapal Ro-Ro adalah barang berbahaya yang tidak masuk dalam manifest keamanan karena tidak dilaporkan penumpang. Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah besar Ditjen Hubla.
Simulasi ini juga digelar sebagai evaluasi atas rentetan tragedi kecelakaan pelayaran di Indonesia, seperti kebakaran KM Mutiara Sentosa 1 di Masalembo pada 2017, KM Kirana IX di Tanjung Perak pada 2011, hingga KM Mutiara Timur 1 yang tenggelam di Bali pada 2022 akibat kebocoran bahan kimia dari kendaraan.
Dengan simulasi ini, Kemenhub berharap tragedi serupa tidak terulang. Sebab, di laut, kesalahan kecil soal barang bawaan bisa menjadi petaka besar.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
