Berita

PT KAI Catat Ribuan Barang Penumpang Tertinggal dengan Nilai Capai Rp1,1 Miliar

SURABAYA (Lenteratv) – Kasus barang bawaan penumpang kereta yang tertinggal di kereta maupun stasiun masih terdata tinggi. Berdasarkan data PT…

Petugas Layanan Lost And Found, PT KAI Daop 8 Surabaya serahkan botol minum penumpang yang tertinggal.
Petugas Layanan Lost And Found, PT KAI Daop 8 Surabaya serahkan botol minum penumpang yang tertinggal.

SURABAYA (Lenteratv) – Kasus barang bawaan penumpang kereta yang tertinggal di kereta maupun stasiun masih terdata tinggi.

Berdasarkan data PT KAI Daop 8 Surabaya, sepanjang 2026 terdapat lebih dari 3 ribu barang milik penumpang yang tertinggal dengan taksiran akumulasi mencapai Rp1,1 miliar.

Sepanjang semester pertama 2026, PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat telah mengamankan 3.051 barang yang tertinggal, baik di dalam kereta api maupun area stasiun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.739 merupakan barang biasa seperti tumbler, bantal leher, dan berbagai perlengkapan pribadi lainnya. Sementara itu, 270 lainnya merupakan barang berharga seperti laptop, telepon genggam, perhiasan, serta dokumen penting. Dari akumulasi seluruhnya, bila ditaksir, nilai seluruh barang mencapai Rp1,1 miliar.

Seluruh temuan tersebut kini dikelola melalui layanan Lost and Found agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya, apabila pemilik melakukan pelaporan atau barang tersebut dapat terlacak dan pemiliknya berhasil dihubungi oleh PT KAI.Seluruh temuan tersebut kini dikelola melalui Layanan Lost And Found agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya, jika sang pemilik melakukan pelaporan atau jika dapat terlacak dan dihubungi oleh PT KAI.

“Kami mengimbau seluruh penumpang untuk turut waspada. Meski ada layanan Lost and Found, setidaknya kasus barang tertinggal tidak mengganggu perjalanan kereta api,” ujar Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono dalam keterangannya.

Meski telah memiliki layanan Lost and Found, PT KAI Daop 8 Surabaya tetap mengimbau penumpang untuk selalu mengawasi dan memastikan seluruh barang bawaannya tidak tertinggal, baik saat berada di stasiun maupun ketika turun dari kereta.

Pasalnya, proses klaim barang juga tidak mudah karena pelapor kehilangan barang harus melalui beberapa syarat administrasi dan pembuktian melalui rekaman CCTV. Salah satunya, penumpang diminta menjelaskan barang yang tertinggal secara spesifik sebelum mendapatkannya kembali.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat mencegah kehilangan barang berharga dan memberikan kenyamanan selama perjalanan.

Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *