Berita

Temuan Spuit Limbah Medis di Sidoarjo Bukan Milik RSUD EC, Pemkot Surabaya Buka Investigasi

SURABAYA (Lenteratv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan merek spuit atau jarum suntik yang ditemukan bersama ribuan limbah medis Bahan Berbahaya…

Petugas melakukan pengolahan Limbah Medis di Surabaya dengan mekanisme ketat. Hal ini menjelaskan viralnya temuan ribuan limbah medis di Sidoarjo.
Petugas melakukan pengolahan Limbah Medis di Surabaya dengan mekanisme ketat. Hal ini menjelaskan viralnya temuan ribuan limbah medis di Sidoarjo.

SURABAYA (Lenteratv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan merek spuit atau jarum suntik yang ditemukan bersama ribuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di saluran air sisi kiri exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo, bukan merupakan merek yang digunakan Rumah Sakit Umum Daerah Eka Candrarini (RSUD EC).

Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya melakukan pengecekan di lokasi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, serta pihak RSUD EC pada Selasa (25/8/2026).

Karena itu, Wali Kota Eri menegaskan, merek spuit yang ditemukan di lokasi tidak pernah digunakan RSUD EC sejak rumah sakit tersebut berdiri hingga saat ini. “Jadi merek spuit itu tidak pernah ada di Rumah Sakit Eka Candrarini. Selama pengadaan sejak berdirinya rumah sakit sampai hari ini, tidak ada yang namanya spuit merek itu,” ungkapnya.

Hasil pengecekan yang dilakukan Dinkes Surabaya, DLH Surabaya, dan DLHK Sidoarjo di lokasi juga memastikan spuit tersebut bukan berasal dari rumah sakit milik Pemkot Surabaya. “Nah, spuit-spuitnya itu banyak. Ini sudah dicek di lokasi, DLHK Sidoarjo dengan LH Surabaya dan Rumah Sakit EC. Jadi tidak ada (merek) spuit itu,” jelas dia.

Wali Kota Eri menjelaskan, Pemkot Surabaya memiliki mekanisme pengelolaan limbah B3 melalui pihak ketiga. Spuit yang masuk kategori limbah medis, khususnya yang memiliki jarum, dipisahkan untuk kemudian diproses sesuai ketentuan.

“Jadi di rumah sakit seluruh Kota Surabaya itu pemrosesan (limbah medis) menggunakan pihak ketiga. Di mana ketika ada spuit yang termasuk jarum, maka itu dilepas (dipisah). Dan itu dimasukkan ke dalam pemrosesan yang diambil pihak ketiga, dihancurkan dalam limbah B3,” paparnya.

Meski merek spuit yang ditemukan dipastikan bukan milik rumah sakit Pemkot Surabaya, Wali Kota Eri mengakui adanya kemasan bertuliskan RSUD EC di lokasi menjadi hal yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kemasan tersebut merupakan kantong obat berbahan kertas yang digunakan di Surabaya sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik.

“Jadi di Surabaya untuk menghilangkan plastik, maka untuk obat itu dimasukkan dalam bungkus kertas. Itu kotaknya kecil, padahal spuitnya panjang. Jadi itu enggak mungkin (bungkus spuit),” jelas dia.

Eri Cahyadi memastikan bahwa Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan pihak terkait di Sidoarjo untuk memastikan pembuangan limbah medis tersebut dapat ditelusuri. “Nanti koordinasi dan kerja sama dengan DLHK Sidoarjo. Karena kan tidak boleh membuang limbah (B3) sembarangan,” jelas dia.

Wali Kota Eri menekankan bahwa penelusuran tersebut penting untuk mengetahui pihak yang menaruh kemasan bertuliskan RSUD EC di lokasi. Hal itu mengingat merek spuit yang ditemukan tidak sesuai dengan produk yang digunakan rumah sakit tersebut. “Yang kami cari itu siapa yang menaruh kertas (RSUD) EC di sana. Karena ini (spuit), bukan merek barang yang dipakai Rumah Sakit EC,” katanya.

Pemkot Surabaya memastikan investigasi internal telah dilakukan. Hasil pengecekan menunjukkan spuit yang ditemukan bukan produk yang digunakan rumah sakit milik Pemkot Surabaya.

“Investigasi internal sudah dilakukan. Tadi malam kita sudah cek, sudah sampai ke lokasi ketemu dengan DLHK Sidoarjo. Kita cek bukan punya kita (Pemkot), dan kita tidak pernah punya merek itu,” imbuhnya.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *