SURABAYA (Lenteratv) – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR di Jawa Timur telah menembus Rp37 triliun. Dana ini telah disalurkan kepada 643 ribu debitur UMKM, dengan Rp23 triliun di antaranya masuk ke sektor produksi. Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong agar pembiayaan diiringi pendampingan berkelanjutan.
Akad massal Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya dipimpin langsung oleh Menteri Maman Abdurrahman.
Akad massal ini turut dihadiri para pelaku UMKM dan perwakilan bank-bank milik negara atau Himbara. Kegiatan tersebut menjadi bagian simbolis dari penyaluran KUR yang telah diterima ratusan ribu pelaku UMKM di Jawa Timur.
Hingga 22 September 2026, total penyaluran KUR di Jawa Timur telah mencapai sekitar Rp37 triliun dengan jumlah debitur mencapai 643 ribu UMKM. Dari total penyaluran tersebut, sekitar Rp23 triliun telah dialokasikan untuk sektor produksi.
Menurut Maman, pemberian akses pembiayaan saja belum cukup untuk memastikan UMKM dapat berkembang. Pelaku usaha juga memerlukan pendampingan secara terstruktur dan berkelanjutan, agar usaha mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas.
Untuk itu, pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota, dalam melakukan pembinaan terhadap penerima KUR.
Kolaborasi juga diperluas dengan perguruan tinggi. Kampus dinilai memiliki peran penting melalui inkubator bisnis, yang dapat menjadi ujung tombak pendampingan dan pengembangan UMKM.
Maman menekankan, pemetaan dan pembinaan UMKM harus dilakukan secara berkesinambungan. Dengan pendampingan yang terstruktur, pelaku usaha diharapkan tidak berhenti berkembang setelah mendapatkan akses pembiayaan.
“Pemberian akses pembiayaan saja belum cukup untuk memastikan UMKM dapat berkembang. Pelaku usaha juga memerlukan pendampingan secara terstruktur dan berkelanjutan, agar usaha mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas. Untuk itu, pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota, dalam melakukan pembinaan terhadap penerima KUR. Kolaborasi juga diperluas dengan perguruan tinggi. Kampus dinilai memiliki peran penting melalui inkubator bisnis, yang dapat menjadi ujung tombak pendampingan dan pengembangan UMKM,” tutur Maman Abdurrahman, Menteri UMKM RI.
Pemerintah berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat memperkuat ekosistem pembinaan UMKM. Sekaligus melahirkan pelaku usaha yang berkualitas, profesional, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
