SURABAYA (Lenteratv) – Pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkap sejumlah bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap dunia pesantren. Perhatian tersebut di antaranya berupa penguatan kelembagaan melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, serta dukungan anggaran untuk mendorong kemajuan pendidikan pesantren di Indonesia.
Pada Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti perkembangan dukungan pemerintah terhadap dunia pesantren. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, perhatian terhadap pesantren semakin diperkuat, baik dari sisi kelembagaan maupun anggaran.
Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah peningkatan status kelembagaan pesantren, yang kini berada di bawah Direktorat Jenderal Pesantren. Sebelumnya, urusan pesantren masih berada di bawah direktorat. Nasaruddin menilai, penguatan kelembagaan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan perhatian dan pembinaan terhadap pesantren di Indonesia.
Selain penguatan kelembagaan, Nasaruddin juga menyebut adanya dukungan anggaran yang semakin diperhatikan pemerintah. Ia menilai, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pesantren berkembang, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memiliki daya saing yang lebih baik.
Nasaruddin mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap kalangan pesantren. Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan kelembagaan, tetapi juga didukung landasan hukum dan penganggaran.
“Saya berharap penguatan dukungan terhadap pesantren dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ia menegaskan kemajuan pesantren tidak hanya berdampak bagi lingkungan pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat mendorong kemajuan bangsa secara keseluruhan. Pesantren memiliki peran historis dalam perjuangan dan pembentukan bangsa Indonesia. Kontribusi kalangan pesantren bersama organisasi kemasyarakatan lainnya disebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia hingga saat ini,” kata Nasaruddin.
Lebih lanjut, Nasaruddin berharap penguatan dukungan terhadap pesantren dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ia menegaskan, kemajuan pesantren tidak hanya berdampak bagi lingkungan pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat mendorong kemajuan bangsa secara keseluruhan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang akan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober, diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini juga diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pesantren, mulai dari penguatan kelembagaan hingga dukungan anggaran, agar semakin berperan dalam mencetak generasi berilmu dan berkarakter.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
