SURABAYA (Lenteratv) – Polsek Bubutan Surabaya membongkar jaringan penadah motor curian yang beroperasi hingga ke Timor Leste. Dalam penggerebekan di sebuah kamar hotel, polisi menangkap dua pelaku yang merupakan penadah sekaligus pengedar sabu.
Dalam video penggerebekan, terlihat polisi menggeledah kamar hotel dan menemukan barang bukti sabu yang disembunyikan di bawah kasur dan di dalam celana pendek. Polisi juga mengamankan timbangan digital dan belasan plastik klip kecil siap edar.
Kapolsek Bubutan, Kompol Sandi Putra, menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah mengirimkan sekitar 20 unit sepeda motor hasil curian.
“Kita amankan bahwa yang bersangkutan selaku penadah juga sekaligus sebagai pengedar sabu. Sudah mengirimkan sekitar 20 unit kendaraan R2. Sesuai pengakuannya, yang pertama dia kirimkan ke NTT, dari NTT dia punya akses lagi sampai ke Timor Leste,” ujar Sandi.
Modus pengiriman dilakukan melalui jasa ekspedisi yang sudah dikenal pelaku. Motor didapat dari kaki tangannya di Surabaya, kemudian dikirim cepat ke NTT.
Saat ini polisi mengamankan 3 unit motor, di antaranya Yamaha NMax dan Honda Scoopy putih yang merupakan hasil curanmor di wilayah Gayungan dan sudah dikembalikan kepada korban. Selain itu, diamankan 10 klip sabu.
“Motifnya untuk kebutuhan hidup, namun sebagai barter terhadap barang terlarangnya itu sabu. Jadi dia dapat beli sabu, diedarkan dapat uang lagi, cari motor lagi dari kaki tangannya di Surabaya,” pungkasnya.
Polisi masih melakukan pengembangan untuk memburu jaringan curanmor di Surabaya dan menelusuri jalur penyelundupan motor hingga ke Timor Leste.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
