SURABAYA (Lenteratv) – BMKG Jawa Timur mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Timur. Peringatan berlaku mulai 9 Oktober hingga 12-13 Oktober 2026.
Koordinator BMKG Jatim, Adi, mengatakan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter di perairan selatan dan utara Jawa Timur. Namun, kondisi paling ekstrem terjadi di pesisir selatan.
“Kami merilis ketinggian gelombang yang mencapai 2,5 meter di wilayah selatan maupun di utara Jawa Timur. Terutama di wilayah selatan Jawa Timur yang mencapai 4 meter antara pesisir Pacitan hingga Banyuwangi. Kemudian untuk sebelah utara Jawa Timur yaitu di antara perairan Tuban hingga Gresik,” kata Adi.
Adi menjelaskan, gelombang tinggi ini berbahaya bagi kapal kecil milik nelayan. Kapal di atas 2.000 ton masih cukup kondusif menghadapi gelombang 1,5 meter, terlebih kapal besar di atas 8.000 ton. Namun, nelayan di pesisir selatan diminta menunda melaut jika terjadi angin kencang.
Fenomena ini dipicu oleh dominasi angin timuran yang masih kuat di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya.
“Memang saat ini Jawa Timur khususnya Surabaya masih dominasi dari angin timuran. Inilah yang menyebabkan angin cukup kencang dimana wilayah selatan juga ada indikasi daerah tekanan sehingga ini juga sebagai pembangkit gelombang yang cukup signifikan,” jelasnya.
Untuk jalur penyeberangan Selat Madura dan Laut Jawa, BMKG memastikan kondisi masih aman dan kondusif. Namun, perairan Tuban hingga Gresik perlu diwaspadai karena tinggi gelombang bisa mencapai 2 meter.
BMKG juga memberikan tanda sederhana bagi masyarakat awam. Jika angin kencang terjadi selama tiga hari berturut-turut, kondisi tersebut akan sejalan dengan kenaikan tinggi gelombang yang signifikan.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
