SURABAYA (LenteraTV) – Dua hari hujan deras mengguyur Surabaya dan memicu genangan di sejumlah titik, termasuk di kawasan Tandes yang viral di media sosial. Pemkot Surabaya merespons dengan memacu pembangunan rumah pompa yang progresnya mencapai 90 persen agar siap beroperasi pada pertengahan November sebelum puncak hujan pada Desember.
Selama dua hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Surabaya. Genangan muncul di sejumlah titik. Salah satunya terekam warga di kawasan Tandes dan beredar luas di media sosial Instagram, memperlihatkan jalan lingkungan tergenang setinggi mata kaki.
Kondisi ini kembali mengingatkan warga kota besar, baik Jakarta maupun Surabaya, tentang tantangan drainase di tengah pertumbuhan kota yang pesat.
Pemerintah Kota Surabaya merespons dengan memacu pembangunan rumah pompa di titik-titik kritis. Progres pembangunan saat ini mencapai 90 persen, dengan target selesai pada pertengahan November.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, rumah pompa menjadi upaya jangka panjang untuk mengurangi genangan. Titik-titik yang menjadi prioritas antara lain Simokalanangan, Margorejo, Jemursari, Tanjungsari, Simorejo, hingga kawasan depan Kampus AWS dan Ubaya.
Pemkot pun fokus menyelesaikan terlebih dahulu kawasan dengan genangan menahun, seperti Benowo dan Dukuh Kupang, sebelum bergeser ke titik lain di Surabaya.
Bagi kontraktor yang terlambat, Pemkot menyiapkan sanksi tegas, mulai dari teguran hingga pemutusan kontrak dan daftar hitam (blacklist).
“Jadi ketika hujan kita juga mempercepat pembangunan karena pembangunan kita ini selesainya di November pertengahan. Jadi insyaallah semoga ketika hujan nanti yang pada waktu bulan Desember semua pembangunan selesai dan semua sudah beroperasional, karena dengan operasionalnya rumah-rumah pompa yang kita bangun maka kita bisa mengurangi genangan-genangan air seperti yang di Simokalangan, di Margorejo, setelah itu di Jemursari, mungkin kita bisa kurangkan semuanya di depan AWS itu bisa kita kurangkan, ya semoga ini selesai tepat waktu di pertengahan November,” ujar Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.
Warga berharap pembangunan rampung tepat waktu agar aktivitas kota tetap berjalan normal saat hujan deras kembali datang.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
