Berita

Ledakan Keras di Ruko San Antonio East Coast Mulyorejo, Lima Orang Terluka

SURABAYA (Lenteratv) – Ledakan keras mengguncang Komplek Ruko San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya pada Selasa pagi. Puluhan ruko terdampak…

Restoran Nasi Tempong di Ruko San Antonio, Pakuwon City (East Coast), mengalami kerusakan berat usai ledakan yang diduga akibat tabung LPG 50 kg.
Restoran Nasi Tempong di Ruko San Antonio, Pakuwon City (East Coast), mengalami kerusakan berat usai ledakan yang diduga akibat tabung LPG 50 kg.

SURABAYA (Lenteratv) – Ledakan keras mengguncang Komplek Ruko San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya pada Selasa pagi. Puluhan ruko terdampak dengan kondisi kaca pecah berserakan, dinding retak, hingga kendaraan di sekitar lokasi ikut rusak.

Kuatnya hentakan ledakan membuat pekerja dan warga di dalam ruko panik dan berlarian keluar menyelamatkan diri.

Salah satu saksi mata, Dito, yang tokonya berada tepat di depan sumber ledakan mengaku hanya mendengar satu kali dentuman sangat keras sekitar pukul 07.00 WIB.

“Enggak ada cuman suara ledakan saja. Jam tujuh lebih sedikit. Aku pas jualin customer-ku kena serpihan kaca kepalanya. Tiba-tiba meledak saja dan itu berlangsung sangat cepat,” ujar Wulan.

Akibat hentakan tersebut, kaca tokonya pecah. “Iya itu depannya itu kaca stanku pecah mungkin karena efek suaranya. Enggak ada cuma sekali dentuman saja, keras sekali,” tambahnya.

Sumber ledakan diduga berasal dari warung Nasi Tempong Dewi Sri yang saat itu masih dalam tahap persiapan buka. Saksi menyebut korban luka terbanyak berasal dari warung tersebut.

“Yang anak-anak tempong itu yang parah yang ada di posisi di dalam ruko. Itu yang meledak ya di situ, di tempong itu,” kata salah satu karyawan di lokasi.

Warung tersebut diketahui memiliki sekitar lima pegawai harian. “Ada lima, laki-laki dua tiga yang cewek dua,” ujarnya.

Hingga kini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara ledakan berkaitan dengan kebocoran gas. Jumlah korban luka dan total kerugian masih dalam pendataan petugas.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *