SURABAYA (Lenteratv) – Proses pengumpulan data ante mortem korban KMP Virgo Transport 8 di Pos Ante Mortem Polda Jatim, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, terus berjalan. Hingga hari kesembilan pencarian, Pos Ante Mortem Polda Jatim telah mengumpulkan 87 data ante mortem dan 51 sampel DNA dari pihak keluarga.
Memasuki hari kesembilan pencarian KMP Virgo Transport 8, keluarga korban masih terus melengkapi data di Pos Ante Mortem Polda Jawa Timur di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Data ante mortem menjadi bagian penting dalam proses identifikasi untuk membantu tim DVI mencari kepastian identitas korban yang ditemukan dalam operasi pencarian.
Hingga kini, sebanyak 87 data ante mortem telah diterima. Sementara, 51 sampel DNA melalui metode buccal swab telah diambil dari pihak keluarga.
Data yang dihimpun meliputi identitas korban, foto terbaru, informasi pakaian terakhir yang dikenakan, barang yang dibawa, hingga ciri-ciri khusus.
Ciri khusus tersebut antara lain tanda lahir, bekas luka atau operasi, serta kondisi gigi korban.
Buccal swab merupakan sampel sel yang diambil dari bagian dalam mulut. Pengambilan sampel dilakukan terhadap keluarga kandung yang memiliki hubungan biologis dengan korban yang dilaporkan hilang.
Sampel DNA tersebut nantinya menjadi data pembanding untuk dicocokkan dengan data hasil identifikasi korban.
“Data terbaru sudah ada 87 data yang kami kumpulkan, meliputi data pendukung deskripsi dari keluarga, seperti foto terakhir, ciri fisik, dan barang yang dibawa untuk pencocokan korban yang ditemukan di Kalimantan. Sedangkan buccal swab untuk keluarga inti yang memiliki hubungan biologis, seperti anak kandung atau orang tua kandung. Tim di Kalimantan juga bisa mensinkronkan data yang kami berikan jika ada korban yang ditemukan,” terang dr. Evan Paur, DVI Biddokkes Polda Jatim.
Lebih lanjut, Dokter Evan menambahkan, data yang dikumpulkan di Pos Ante Mortem Polda Jatim selanjutnya disinkronkan dengan data yang ada di Polda Kalsel.
Pembaruan data dilakukan secara berkala sehingga ketika tim pencarian menemukan korban, data tersebut dapat segera dicocokkan dengan data ante mortem dan sampel DNA yang telah terkumpul untuk membantu proses identifikasi korban meninggal yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan di Laut Jawa.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
