Berita

Geruduk DPRD Jatim, Buruh Tolak Kontrak 5 Tahun yang Dinilai sebagai Penindasan Gaya Baru

SURABAYA (Lenteratv) – Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia wilayah Jawa Timur (KASBI) Jawa Timur…

Puluhan massa KASBI menggelar demonstrasi terkait sistem ketenagakerjaan di depan Gedung DPRD Jatim.
Puluhan massa KASBI menggelar demonstrasi terkait sistem ketenagakerjaan di depan Gedung DPRD Jatim.

SURABAYA (Lenteratv) – Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia wilayah Jawa Timur (KASBI) Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Mereka membawa 11 tuntutan yang fokus pada satu tujuan, yaitu mendesak diwujudkannya RUU Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro buruh.

Massa membentangkan spanduk besar bertuliskan tuntutan seperti:
1. Wujudkan UU Ketenagakerjaan Pro Buruh
2. Tolak Praktik Kerja Outsourcing (Alih Daya)
3. PKWT Maksimal Satu Tahun
4. Pemagangan Tidak Dijadikan Alat Mengganti Tenaga Reguler
5. Tolak Upah Murah
6. Jamin Hak Pesangon yang Layak

Tuntutan yang paling disorot adalah penolakan kontrak kerja PKWT selama 5 tahun.

“PKWT tidak ada kontrak yang lima tahun karena lima tahun itu adalah penindasan gaya baru. Yang kami inginkan adalah satu tahun setelah itu terjadi penetapan,” tegas Agung Swastiko, perwakilan buruh KASBI Jatim, dalam orasinya.

Selain itu, buruh juga menuntut pembatasan praktik outsourcing. Menurut mereka, alih daya hanya boleh untuk pekerjaan penunjang seperti cleaning service, office boy, dan driver antar jemput, bukan untuk pekerja inti produksi.

Aksi dijaga ketat aparat gabungan TNI-Polri dengan pemasangan kawat berduri di gerbang DPRD Jatim.

Perwakilan buruh akhirnya menyerahkan dokumen rekomendasi 11 tuntutan kepada seorang staf office boy karena tidak ada seluruh Anggota DPRD yang menemui massa.

Mereka menegaskan akan terus mengawal RUU Ketenagakerjaan agar tidak merugikan kaum buruh, terutama soal kepastian status kerja dan upah layak.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *