SURABAYA (Lenteratv) – Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak Surabaya membuka posko peduli bencana gempa bumi NTT untuk masyarakat luas. Hingga kini, KSOP Tanjung Perak telah mengirimkan bantuan sebanyak 15 ton sembako dan obat-obatan yang disalurkan kepada warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
Plt. Kepala Bagian Tata Usaha KSOP Utama Tanjung Perak, Mita Eridani, menyatakan aksi kepedulian dan solidaritas dari unsur kemaritiman untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa ini terus dilakukan. Melalui posko peduli bencana gempa bumi NTT yang didirikan oleh KSOP Tanjung Perak bersama Pelindo dan Pelni di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, bantuan yang dibuka untuk umum dan masyarakat luas terus dihimpun.
“Posko ini berdiri sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari unsur maritim di Kementerian Perhubungan, UPT Wilayah Koordinasi Jawa Timur, BUMN, swasta, dan asosiasi terkait di wilayah Tanjung Perak,” ungkap Mita Eridani, Plt. Kabag TU KSOP Utama Tanjung Perak, Selasa (25/8/2026).
Lebih lanjut, Mita menambahkan, KSOP bersama unsur kemaritiman lainnya telah mengirimkan bantuan pada 16 Agustus 2026 menggunakan KMP Tidar dengan rute Surabaya-Maumere. Untuk pengiriman tahap kedua, bantuan akan diberangkatkan pada 26 Agustus 2026 dengan Meratus Proyek Tangguh rute Surabaya-Labuan Bajo-Maumere.
“Bantuan perdana sudah kami kirimkan pada 16 Agustus 2026 dengan koordinasi yang cukup baik antara KSOP Utama Tanjung Perak, Pelindo, dan PT Pelni menggunakan KMP Tidar rute Surabaya-Maumere. Dan untuk selanjutnya, rencana akan diberangkatkan tahap kedua pada 26 Agustus 2026 dengan Meratus Proyek Tangguh rute Surabaya-Labuan Bajo-Maumere,” imbuhnya.
Terkait bantuan tahap pertama dan kedua yang dikirimkan untuk warga terdampak bencana gempa NTT, berupa sembako, pakaian, peralatan mandi, dan obat-obatan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat NTT terdampak bencana gempa. Total ada 15 ton sembako maupun obat-obatan yang disalurkan oleh KSOP. Terkait pendistribusian barang bantuan, nantinya sesampainya di NTT, KSOP Labuan Bajo dan KSOP Maumere akan menyalurkan kembali bantuan kepada BNPB setempat untuk didistribusikan langsung sesuai target.
“Barang-barang yang memang sangat dibutuhkan seperti beras, kemudian makanan instan, kemudian selimut, sarung, peralatan mandi, dan obat-obatan yang memang sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di NTT. Terkait untuk pendistribusiannya, jadi secara mekanisme kami mengirimkan dan berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo dan KSOP Maumere yang akan menyalurkan kembali ke BNPB setempat. Dan untuk target sasarannya tentu saja kita mengikuti dari data BNPB di ranah-ranah yang memang membutuhkan,” jelas Mita.
Terkait posko peduli bencana gempa bumi NTT di Terminal Penumpang GSN, Pelabuhan Tanjung Perak, posko dibuka untuk masyarakat luas. Pembukaan posko ini dilakukan sejak awal setelah kejadian gempa NTT hingga awal September 2026 mendatang. Namun, jika masih dimungkinkan, posko ini akan terus dibuka apabila masih banyak elemen masyarakat yang memanfaatkan keberadaan posko untuk pendistribusian bantuan logistik.
“Tentu saja pembukaan posko ini sudah kami sebarluaskan melalui media sosial. Dan tentu saja, selain unsur terkait, unsur perhubungan di Wilayah Jawa Timur, terbuka juga untuk masyarakat luas. Dan beberapa dari yayasan terkait juga sudah terkonfirmasi mengirimkan bantuannya. Dan kami terima dan akan kami distribusikan,” tutupnya.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
