SURABAYA (Lenteratv) – Di balik viralnya isu untung besar mengupas kulit bawang yang belakangan bergulir, nyatanya di Pasar Pabean Surabaya, buruh pengupas bawang hanya mendapat upah Rp2.500 hingga Rp3.000 setiap kilogramnya. Meski demikian, mengupas bawang tetap menjadi mata pencaharian yang mendukung penghidupan mereka agar dapur tetap mengepul.
Tangan mereka tak henti mengupas bawang merah dan bawang putih dari pagi hingga siang. Setiap kilogram bawang yang dikupas, mereka mendapat upah sekitar Rp2.500 hingga Rp3.000. Dalam sehari, seorang pengupas bisa menyelesaikan hingga 25 sampai 30 kilogram.
“Saya sudah empat tahun menjadi pekerja pengupas bawang merah dan pernyataan Presiden tersebut saya tak menghiraukannya. Kenyataannya, kami pengupas bawang ini mendapat upah Rp2.500 bila bawangnya besar dan kalau bawangnya kecil, yakni Rp3.000 per kilogramnya. Dalam sehari, saya bisa mengupas bawang sebanyak 25 kilogram,” kata Sumrinyeh, buruh pengupas bawang merah.
Sementara itu, viral pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan DPR RI, Jumat lalu, yang menyebut upah pengupas bawang mencapai Rp700 ribu per kilogram. Para pengupas di Pabean tak terlalu mempermasalahkannya.
Bagi mereka, yang terpenting harga kebutuhan pokok tak terus melambung sehingga rakyat bisa hidup lebih sejahtera.
“Saya tahu soal pernyataan Presiden tersebut yang ngomong soal Rp700 ribu per kilogram hasil mengupas bawang, namun kenyataannya yakni Rp3.000 per kilogram saat mengupas bawang dan saya bisa mengupas sebanyak 30 kilogram dalam sehari,” ujar Suminah, pengupas bawang putih.
Meski upahnya tak seberapa, semangat mereka tak ikut terkelupas bersama kulit bawang. Sebab, di balik tumpukan bawang dan pekerjaan yang membuat mata perih, ada dapur keluarga yang harus tetap menyala.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
