SURABAYA (Lenteratv) – Setelah empat hari melakukan penyisiran dan pemantauan di Perairan Utara Madura, Kantor SAR Kelas A Surabaya akhirnya mengakhiri kegiatan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II. Keputusan ini diambil pada hari ketujuh pascainsiden kebakaran, setelah tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang mungkin masih belum ditemukan.
Kegiatan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II dilakukan Kantor SAR Kelas A Surabaya sejak Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan setelah status operasi SAR dialihkan menjadi kegiatan pemantauan.
Dari jalur laut, petugas mengerahkan KN SAR 249 Permadi dan satu unit RIB Pos SAR Sumenep untuk melakukan penyisiran di Perairan Utara Madura.
Sementara itu, dari udara, Basarnas mengerahkan helikopter AW 139 HR 1301. Pemantauan dari udara dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian dan memastikan tidak ada tanda-tanda keberadaan KMP Mutiara Sentosa II maupun korban yang belum ditemukan.
Namun, setelah empat hari melakukan penyisiran dan pemantauan, petugas tidak menemukan indikasi baru terkait keberadaan kapal maupun korban.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menyebut keputusan mengakhiri monitoring aktif diambil setelah tidak ditemukan tanda-tanda korban yang mungkin masih belum ditemukan.
“Di hari ketujuh kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, pada kegiatan monitoring, kami terus menyisir di sekitar lokasi untuk menemukan kemungkinan korban yang belum terevakuasi. Sampai hari ketujuh ini dinyatakan nihil dari penemuan korban. Dengan tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan, maka kami mengakhiri operasi pencarian korban KMP Mutiara Sentosa II, baik melalui udara maupun melalui monitoring perairan, dan kembali pada kegiatan monitoring lainnya,” ungkap Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit.
Dengan berakhirnya monitoring aktif, Kantor SAR Kelas A Surabaya kembali menempatkan personel dalam posisi siaga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi kejadian kedaruratan dan operasi SAR lainnya.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
