Berita

Evaluasi Tiga Bulan WFH, DPRD Jatim Tekan Anggaran Operasional hingga 15 Persen

SURABAYA (Lenteratv) – DPRD Jawa Timur mengevaluasi program Work From Home (WFH) sesuai Instruksi Gubernur Jawa Timur per 1 April…

Sekretariat DPRD Jawa Timur melakukan evaluasi program WFH yang disebut mampu menekan anggaran operasional hingga 15 persen.
Sekretariat DPRD Jawa Timur melakukan evaluasi program WFH yang disebut mampu menekan anggaran operasional hingga 15 persen.

SURABAYA (Lenteratv) – DPRD Jawa Timur mengevaluasi program Work From Home (WFH) sesuai Instruksi Gubernur Jawa Timur per 1 April lalu. Meski terdapat penurunan penghematan, DPRD Jatim berhasil menekan anggaran sebesar 15 persen dari belanja konsumsi energi yang digunakan untuk operasional. Salah satu belanja dengan anggaran paling besar yang berhasil ditekan adalah bahan bakar mobil dinas, dengan penghematan mencapai 25 persen.

Instruksi pelaksanaan Work From Home (WFH) ini secara keseluruhan mampu menekan anggaran operasional sebesar 15 persen.

Adapun pelaksanaan WFH diberlakukan setiap hari Jumat dan berlangsung secara tersistematis dengan pengawasan ketat. Dalam instruksi tersebut, hari Jumat bukanlah hari libur, melainkan seluruh pekerja maupun anggota DPRD tetap bekerja dari rumah dengan absensi dan pelaporan kinerja secara digital. Pelaksanaan WFH bertujuan mengurangi konsumsi energi, mobilitas, serta mendorong pelayanan publik secara digital.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Jatim, Ariful, menjelaskan evaluasi program WFH secara bertahap sejak 1 April lalu menunjukkan arah positif. Pada bulan pertama, terdapat penghematan konsumsi energi sebesar 15 persen. Pada bulan kedua dan ketiga, angka tersebut menurun menjadi 12 dan 7 persen karena banyaknya kegiatan spontan yang harus diakomodasi DPRD Jatim di luar waktu WFH. Kegiatan tersebut meliputi rapat paripurna, akomodasi kedatangan tamu, dan pelayanan lainnya.

Meski demikian, Ariful menargetkan penghematan ke depannya dapat kembali menekan anggaran operasional hingga di atas 15 persen. Karena itu, saat ini pihaknya tengah membentuk gugus tugas WFH untuk pengawasan dan penjadwalan penggunaan fasilitas umum, seperti penggunaan fasilitas lift, penerangan, hingga penggunaan mobil dinas.

“Terkait evaluasi WFH, instruksi pusat kami khususnya tentang efisiensi energi tentunya sudah kami lakukan dengan banyak kegiatan. Beberapa di antaranya menjadwalkan penggunaan lift, AC ruangan, dan lampu-lampu. Memang terjadi sedikit pergeseran dari yang pertama. Yang pertama, kami bisa mengefisiensi sebesar 15 persen untuk energi, kemudian BBM bisa sampai 25 persen, dan air bisa sampai 10 persen. Di bulan kedua memang ada penurunan penghematan, dari 15 persen turun menjadi 12 persen. Ternyata itu karena banyaknya kegiatan seperti rapat paripurna dan tamu-tamu, sehingga AC dan fasilitas lainnya tetap menyala. Hal itu yang menyebabkan adanya penurunan efisiensi tersebut, tetapi tidak terlalu signifikan. Kemudian yang ketiga turun lagi. Setelah kami evaluasi menjadi 7 persen. Artinya, penurunan ini akan kami evaluasi kembali mengapa bisa sampai 7 persen penghematannya. Targetnya, efisiensi listrik bisa mencapai 15 persen ke atas. Kami membuat gugus tugas penghematan energi di kantor Sekwan ini, sehingga mana yang harus dimatikan dan mana yang harus dihidupkan,” kata Ariful, Kabag Umum Sekretariat DPRD Jatim.

Ariful menambahkan, penghematan listrik dan air selama pemberlakuan WFH berhasil menekan anggaran sebesar 10 persen.

Dan yang paling besar adalah penghematan mobilitas 15 unit mobil dinas DPRD Jatim, yakni mencapai 25 persen atau dengan nilai riil sekitar Rp20 juta.

“Penghematannya itu mencapai sekitar puluhan juta untuk listrik. Untuk BBM, penghematannya cukup banyak, bisa turun sampai Rp15-20 juta per bulan. Ada sekitar 15 unit mobil dinas yang digunakan,” tambah pria yang juga kelahiran Surabaya tersebut.

Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *