Berita

Viral Satpol PP Surabaya Hentikan Ambulans di Suramadu, Wali Kota Klarifikasi: Spion Tertutup

SURABAYA (Lenteratv) – Viral di media sosial anggota Satpol PP Surabaya menghentikan ambulans di kawasan Suramadu beberapa waktu lalu. Aksi…

Anggota Satpol PP dan sopir ambulans yang sempat terlibat ketegangan di jalur sekitar Suramadu akhirnya saling memberikan klarifikasi.
Anggota Satpol PP dan sopir ambulans yang sempat terlibat ketegangan di jalur sekitar Suramadu akhirnya saling memberikan klarifikasi.

SURABAYA (Lenteratv) – Viral di media sosial anggota Satpol PP Surabaya menghentikan ambulans di kawasan Suramadu beberapa waktu lalu. Aksi tersebut menuai kecaman publik karena dinilai menghambat laju kendaraan darurat yang membawa pasien.

Menanggapi video viral tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan klarifikasi. Ia menyatakan anggota Satpol PP yang diduga menghentikan ambulans itu sudah diperiksa oleh Kasatpol PP.

“Satpol PP yang diduga menghentikan ambulans itu sudah mendapat laporan, sudah, sudah diperiksa ya sama Kasatpol PP,” ujar Eri.

Eri menjelaskan, alasan anggota tersebut menghentikan ambulans karena curiga melihat spion ambulans tertutup, namun sirene berbunyi. Anggota tersebut ingin memastikan apakah ambulans benar-benar membawa pasien.

“Ambulans ini spionnya tertutup untuk memberitahukan itu karena kok ada ambulans yang berjalan tertutup karena itulah dia mendekati. Ketika ditanya tidak terdengar, lalu diketuk, setelah mengetahui membawa pasien ya disuruh jalan kembali,” jelasnya.

Menurutnya, anggota tersebut khawatir ada sesuatu di dalam ambulans sehingga hanya ingin memastikan. Peristiwa tersebut kini sudah dimediasi.

“Dia khawatir kok ada ambulans berbunyi tapi spionnya tertutup, apakah betul memang membawa pasien, apakah ada apa di dalam sehingga dia hanya memastikan itu saja, sudah dimediasi,” tambahnya.

Terkait sanksi, Wali Kota menyebut tidak ada sanksi berat karena niat anggota tersebut adalah kehati-hatian sebagai warga Surabaya. Namun, ia mengakui cara bertanya yang dilakukan keliru hingga menimbulkan salah paham.

“Kalau dia itu kehati-hatian ya enggak apa-apa toh. Karena kan kita memang harus warga Surabaya ini juga harus hati-hati. Meskipun kelirune mungkin, untuk ketenangan, untuk kepastian memang harus berani menanyakan,” kata Eri.

Ia menegaskan, ketika sudah mengetahui ambulans membawa pasien, anggota seharusnya langsung melepaskan dan meminta ambulans untuk jalan kembali.

Eri juga meminta Kasatpol PP untuk memberikan pelatihan cara berkomunikasi yang baik di lapangan agar tidak menimbulkan kalimat yang salah.

“Coba waktu dia buka atau dia bertanya spionmu ketutup kenapa gitu aja sebetulnya. Kalimat-kalimat itu yang kemarin saya sampaikan Kasatpol PP, untuk bertanya itu harus lebih hati-hati, jangan menimbulkan kalimat-kalimat yang salah,” pungkasnya.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *