Berita

Viral, Ibu-Ibu Jadi Korban Dugaan Penipuan Penjualan Sembako Murah

SURABAYA (Lenteratv) – Ketegangan mewarnai mediasi yang dilakukan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji bersama sejumlah ibu-ibu yang menjadi korban dugaan…

Mediasi pelapor di rumah terlapor Wonorejo Rungkut, Surabaya.
Mediasi pelapor di rumah terlapor Wonorejo Rungkut, Surabaya.

SURABAYA (Lenteratv) – Ketegangan mewarnai mediasi yang dilakukan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji bersama sejumlah ibu-ibu yang menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako murah di kawasan Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Mediasi tak menemui titik terang hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Ibu-ibu mengaku pesanan sembako murah yang telah dilunasi tak kunjung diterima. Padahal, pembayaran yang telah diterima terduga pelaku mencapai ratusan juta rupiah.

Pemilik rumah berinisial C diduga melakukan penipuan jual beli sembako murah kepada para korban sejak 2021 hingga 2026. Korban mengaku tergiur dengan penawaran penjualan minyak goreng dan beras yang dijual lebih murah Rp15 ribu dari harga pasaran. Mereka mengenal terduga pelaku melalui media sosial.

Sejak tahun itu, banyak korban telah mentransfer sejumlah uang yang jika diakumulasi mencapai ratusan juta rupiah demi mendapatkan sembako dengan sistem pemesanan lebih awal. Pada awalnya, pembelian berjalan sesuai rencana. Permasalahan muncul saat para korban kembali membeli dalam jumlah lebih banyak hingga bernilai puluhan juta rupiah. Namun, barang tersebut tak kunjung diterima dan uang para korban juga tidak dikembalikan.

“Awalnya dia menjual minyak lebih murah dari harga pasaran, selisihnya sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per karton. Pada awalnya saya membeli 10 karton dan dikirim. Kemudian dia menawarkan lagi, jika membeli dalam jumlah banyak, harganya akan lebih murah sehingga saya tertarik untuk membelinya. Saat saya membeli dalam jumlah lebih banyak, barang juga dikirim. Setelah itu saya berencana membeli 1.000 karton. Katanya, kalau membeli sebanyak itu harganya akan lebih murah lagi, Mas. Akhirnya saya membeli 800 karton karena uang saya tidak cukup untuk membeli 1.000 karton. Namun, setelah saya memesan 800 karton, barang tersebut tidak dikirim dengan kerugian mencapai Rp129,6 juta. Lalu saya melapor ke Polsek Sukolilo, kemudian kasus ini dimutasi ke Polrestabes Surabaya,” terang Rachmad Muhamad Khafid, salah satu korban penipuan sembako murah.

Selain Rachmad, Elzatul Fadilah juga mengaku telah melakukan deposit sebesar Rp42 juta. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait uangnya.

“Awalnya saya dikenalkan oleh suami yang memiliki hubungan kerabat dengannya. Dia memasang status WhatsApp yang menawarkan sembako murah dengan selisih harga Rp28 ribu dibandingkan harga di Pasar Pabean Surabaya, sehingga saya tertarik membeli sedikit demi sedikit, seperti gula satu karung, Minyakita satu kardus, dan mi satu kardus. Katanya, kalau transfer lunas, barang akan langsung dikirim. Dia juga menawarkan bahwa jika membeli dalam jumlah lebih banyak, harganya akan lebih murah lagi, selisihnya dipotong Rp5 ribu per karton. Lalu saya bilang kalau saya bukan penjual sembako, bagaimana saya menjualnya. Dia menjawab, jual saja lewat status WhatsApp ke teman-teman. Ketika saya tawarkan ke teman-teman, justru mereka yang lebih banyak membeli kepadanya dengan deposit 50 persen. Karena saya tidak mampu, saya hanya memberikan deposit 10 persen. Total deposit saya kepadanya untuk mi 150 karton dan Minyakita 750 karton sebesar Rp42 juta,” terang Elzatul Fadilah.

Dalam mediasi tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengimbau agar warga tidak mudah percaya terhadap tawaran yang berkaitan dengan uang dalam nominal besar. Ia berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran ke depannya.

“Arisan bodong, judol, sembako murah itu awalnya berjalan lancar, namun berikutnya tidak lancar karena hal tersebut merupakan modus,” papar Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya.

Karena tidak adanya titik temu, kasus ini kemudian dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan.

Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *