SURABAYA (Lenteratv) – Polisi menyebut ledakan yang terjadi di sebuah restoran di kawasan Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10), diduga kuat akibat kebocoran gas LPG 50 kg.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Lutfie Sulistiawan, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat koki sedang memasak dan sempat mencium bau gas.
“Pukul tujuh ketika pagi sedang masak memang sempat mencium bau gas, kemudian dalam sekejap, mmm, terjadi semacam ledakan,” ujar Lutfie di lokasi kejadian.
Dari hasil olah TKP, Tim Jibom Gegana Polda Jatim memastikan tidak ditemukan kandungan bahan peledak. Di lokasi ditemukan tiga tabung LPG 50 kilogram. Tabung tidak meledak, namun gas diduga bocor dari pipa dan terkumpul di dalam ruangan hingga meledak saat terpicu.
“Untuk TKP sudah kita lakukan olah TKP. Saat ini Jibom juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau, mmm, bahan peledak.
Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari kebocoran gas tersebut,” terangnya.
Akibat ledakan, 41 bangunan terdampak pecah kaca, dengan 5 ruko mengalami rusak parah. Lima orang menjadi korban, 4 laki-laki dan 1 perempuan, kini dirawat di RS Haji Surabaya.
“Untuk korban saat ini ada tiga, ko empat korban laki-laki, kemudian satu korban perempuan sudah dirawat di rumah sakit, mmm, mudah-mudahan sudah diberikan semua. Dan untuk kerusakan yang terjadi di sekitaran TKP ini terdata sampai saat ini ada kurang lebih empat puluh satu yang mengalami rusak berupa pecah kaca. Sebagian besar memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat,” pungkasnya.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
