Berita

Harapan Baru Kampung Jalan Kunti, Upaya Pemkot Surabaya Mengubah Stigma Narkoba melalui Pemberdayaan Ekonomi

SURABAYA (Lenteratv) – Pascapenggerebekan besar yang mengamankan 19 orang di Jalan Kunti, Surabaya, kini muncul harapan baru bagi warga. Tidak…

Camat Semampir, M. Yunus, memaparkan pendekatan humanis untuk memberdayakan warga Kampung Jalan Kunti pascapenggerebekan narkoba oleh Polda Jatim, di sela-sela kegiatan di DPRD Surabaya.
Camat Semampir, M. Yunus, memaparkan pendekatan humanis untuk memberdayakan warga Kampung Jalan Kunti pascapenggerebekan narkoba oleh Polda Jatim, di sela-sela kegiatan di DPRD Surabaya.

SURABAYA (Lenteratv) – Pascapenggerebekan besar yang mengamankan 19 orang di Jalan Kunti, Surabaya, kini muncul harapan baru bagi warga. Tidak hanya dengan penjagaan di pos pantau, Kecamatan Semampir menyiapkan pendekatan humanis, yakni merangkul warga dan memberdayakan pemuda agar kampung ini lepas dari stigma lama sebagai kampung narkoba.

Setelah operasi besar yang melibatkan ratusan personel gabungan dari Ditreskoba Polda Jatim, BNN, dan Brimob, suasana kawasan padat penduduk di Jalan Kunti kini kembali kondusif. Aktivitas warga di sekitar rumah maupun warung kopi mulai kembali berjalan seperti biasa.

Di balik penggerebekan yang hampir terjadi setiap tahun dalam empat tahun terakhir, kini pemerintah kecamatan menawarkan solusi berbeda. Camat Semampir, M. Yunus, menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba.

“Yang jelas, seperti arahan Pak Pimpinan, Pak Wali Kota, kita akan mendukung semua langkah dari jajaran kepolisian untuk melakukan pemberantasan peredaran narkoba di situ. Siapa yang tidak tahu Jalan Kunti? Jadi, kami dukung seratus, seratus persen, ya kalau gitu seribu persen kita dukung,” ujar Yunus.

Langkah pertama yang sudah dilakukan adalah mendirikan pos pantau di lokasi. Pos ini akan diisi bersama oleh pihak kecamatan, Kapolsek Semampir, dan Satpol PP untuk pengawasan harian. Pihaknya juga telah berkoordinasi untuk ikut andil dalam pos tersebut.

“Selain itu, nanti mungkin saat ini sudah dilakukan pemasangan tenda pantau, ya, pos pantau di sana. Dan tadi malam saya berkoordinasi dengan Kapolsek, teman-teman Satpol, kita dorong untuk andil di dalam pos pantau itu. Dan ke depan, insyaallah kita coba koordinasi dengan RT/RW, kita lakukan pelatihan-pelatihanlah,” jelasnya.

Namun, menurut Yunus, penjagaan saja tidak cukup. Ada persoalan mendasar yang harus diselesaikan, yakni soal ekonomi warga. Ia menilai akar masalah di Kunti adalah faktor perut.

“Saya pikir permasalahan utama itu adalah perut, ya, sehingga bagaimana kemudian kita bisa alihkan kebutuhan itu tidak harus dengan hal-hal yang melanggar hukum dan merusak anak bangsa ke depan,” ungkapnya.

Karena itu, pendekatan yang didorong Pemkot Surabaya dan kecamatan kini adalah humanis, bukan represif. Yunus membagi peran: jika polisi bertugas melakukan penindakan, maka kecamatan bertugas melakukan edukasi.

“Bukan jadi ada bagian, ya, dan ada bagian, ya. Kami bagian kami adalah bagaimana mengedukasi, membangun keluarga yang kuat, ya, kemudian mendidik anak-anak kita supaya tidak terpengaruh dari apa, ya, akses negatif dari globalisasi,” kata Yunus.

Yunus menambahkan, upaya ini tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan dan membutuhkan kerja bersama semua komponen, dimulai dari keluarga.

“Sebenarnya kalau itu rutin, ya, jadi kawasan sana kan bukan rahasia umum banyak sekali, tapi kan tidak mudah, tidak gampang seperti membalikkan telapak tangan untuk bisa menghentikan semua. Makanya semua komponen harus bahu-membahu. Dan mungkin kita mulai dari keluarga. Ketika keluarga itu kuat, insyaallah pengaruh-pengaruh negatif akan kita bisa tangkal,” pungkasnya.

Untuk masa depan Kunti, Yunus berharap pemuda setempat bisa mendapatkan pelatihan keterampilan dan peluang wirausaha melalui program Kampung Wirausaha dan Pahlawan Ekonomi milik Pemkot Surabaya. Dengan begitu, mereka punya harapan baru dan tidak kembali ke lingkaran lama.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *