SURABAYA (Lenteratv) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Surabaya, Jawa Timur. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat, terutama para pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja harian yang menggantungkan mobilitasnya pada BBM bersubsidi tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satunya di SPBU 54.601.32 Jalan Semarang, Surabaya, papan informasi bertuliskan ‘Pertalite’ tampak diberi tanda silang. Petugas juga memasang papan pemberitahuan bertuliskan ‘BBM Dalam Pengiriman’.
Petugas SPBU setempat menyebutkan bahwa setiap SPBU memiliki jadwal dan kuota pasokan yang berbeda-beda, sehingga kelangkaan tidak terjadi secara bersamaan di seluruh lokasi. Meski demikian, antrean dan pendaftaran stiker BBM bersubsidi membuat pengendara harus memutar otak.
Kelangkaan ini dirasakan berat oleh para pengemudi ojek online. Zainal, seorang pengemudi ojol yang mengenakan helm hitam dan jaket Gojek, mengaku sudah dua hari terakhir berkeliling mencari SPBU yang menjual Pertalite.
“Sering melihat kayak begini, mulai dari kemarin kayaknya sudah kosong terus. Pasti saya kalau ngisi di sini kosong terus,” ujar Zainal saat ditemui di lokasi.
Zainal menambahkan bahwa kondisi ini sangat berdampak pada pendapatan harian pengemudi ojol, terlebih tarif ojek online saat ini belum mengalami kenaikan.
“Pertalite kosong ya susah Mas, tarif ojol kan enggak naik tapi bensinnya harus Pertamax. Sehari saya ngisi 3 liter lebih, sampai 3 liter setengah. Berat di ongkos. Kalau Pertalite kosong, terpaksa beli Pertamax atau cari SPBU lain,” ungkapnya.
Tak hanya beralih ke Pertamax, Zainal juga mengaku sempat membeli BBM eceran di toko atau warung eceran Madura demi bisa tetap menarik penumpang. Namun, harga bensin eceran kini ikut meroket hingga mencapai Rp13.000 per liter.
Dampak kelangkaan Pertalite tak hanya menghantam pengemudi ojol, tetapi juga masyarakat umum yang beraktivitas sehari-hari. Wulandari, seorang pekerja yang mengenakan helm biru dengan kaca helm tertutup, mengaku kebingungan saat hendak kembali ke kantor usai mengurus perizinan kerja.
“Iya, ini mau balik ke kantor tadi kan habis ngurus surat perizinan,” kata Wulandari yang terkejut saat mengetahui stok Pertalite di SPBU tujuan ternyata habis.
Hingga Kamis siang, sejumlah SPBU di Kota Surabaya masih memberlakukan sistem buka-tutup pasokan BBM. Masyarakat dan para pelaku usaha transportasi umum berharap pemerintah dan pihak Pertamina segera menormalisasi pasokan Pertalite agar biaya operasional harian masyarakat tidak semakin terbebani.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
