SURABAYA (LenteraTV) – Tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya dimutasi. Mutasi tersebut diduga berkaitan dengan penanganan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang sebelumnya menyeret tiga kader Partai Gerindra di Jawa Timur.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan membenarkan adanya mutasi terhadap tujuh anggota Satresnarkoba tersebut. Namun, ia menyebut mutasi dilakukan menyusul adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan tugas.
Menurut Luthfie, saat ini ketujuh anggota tersebut tengah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur.
Ia menegaskan, pemeriksaan difokuskan untuk menelusuri dugaan pelanggaran SOP yang dilakukan para anggota. Meski ketujuh personel berasal dari satuan yang sama, pihaknya belum menyampaikan secara terperinci bentuk pelanggaran yang sedang diperiksa.
“Ya memang benar kami sampaikan bahwa ada mutasi di jajaran Polrestabes Surabaya dan terkait dengan tujuh anggota Sat Narkoba yang memang terkena mutasi itu memang saat ini diduga ada dugaan pelanggaran terhadap SOP dan ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Propam Polda Jawa Timur,” ujar Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
Hingga kini, proses pemeriksaan oleh Propam Polda Jawa Timur masih berlangsung. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan jenis pelanggaran serta sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada ketujuh anggota tersebut.
Sementara itu, informasi yang berkembang menyebut mutasi tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan penanganan kasus narkoba yang menyeret tiga kader Partai Gerindra di Jawa Timur.
Ketiganya sebelumnya diamankan dalam kasus konsumsi narkoba di sebuah hotel pada pertengahan September lalu. Penanganan kasus tersebut sempat melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Surabaya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang memastikan hubungan langsung antara penanganan kasus tiga kader Partai Gerindra tersebut dengan mutasi tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
