SURABAYA (Lenteratv) – Virus Influenza Tipe A merebak di Surabaya. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat lebih dari 40 ribu kasus hanya dalam satu bulan. Kunjungan IGD rumah sakit naik 50 persen dan didominasi anak-anak. Vaksin di Puskesmas kini disiapkan sebagai langkah pencegahan.
Kasus Influenza Tipe A meningkat tajam di Kota Surabaya.
Dinas Kesehatan mencatat, pada Agustus 2026 terdapat 40.539 kasus gejala influenza di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Tren kenaikan mencapai 10 persen setiap bulan sejak Juli lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., FINACS., FICS., mengatakan lonjakan kasus didominasi gejala ringan.
“Juli ke Agustus sudah mulai ada peningkatan, lalu Agustus ke September meningkat lagi. Jadi peningkatan-peningkatannya kalau lihat sih angkanya sekitar sepuluh persenan, sepuluh persenan peningkatan jumlah kasus, tapi ringan, jadi bergejala, gejala menyerupai, kayak ada panasnya, terus badannya lemas, ada batuknya, nah ini yang lebih cenderung ke influenza. Jumlahnya per bulan Agustus kemarin 40.539 kasusnya, iya Surabaya saja, dari puskesmas dan rumah sakit,” ungkap dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., FINACS., FICS., Kepala Dinkes Surabaya.
Lonjakan tersebut berdampak langsung ke rumah sakit.
Di RSUD Eka Candra Rini, kunjungan IGD pasien ISPA naik 50 persen pada September. Didominasi balita dan anak usia sekolah dasar di bawah 12 tahun. Saat ini, satu balita positif Influenza A hasil swab masih dirawat, namun kondisi stabil.
“Jadi memang kalau dari tren kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan saluran atas memang meningkat terutama di bulan September ini. Untuk kunjungan IGD sendiri ada peningkatan kunjungan lima puluh persen dibanding bulan sebelumnya. Memang didominasi dengan keluhan-keluhan di saluran pernapasan atas. Dan memang yang mendominasi adalah kelompok anak-anak dengan usia di bawah dua belas tahun atau usia-usia balita dan SD. Untuk saat ini pasien yang sedang kami rawat dengan diagnosa Influenza A yang sudah tegak dengan hasil swab ini ada satu orang memang usianya usia balita, tapi kondisinya baik, stabil, tidak ada kegawatan yang serius,” dr. Listyorini Rarasingtyas, M.M., Dirut RSUD Eka Candra Rini Surabaya.
Untuk mengantisipasi, rumah sakit memperketat sistem triase.
DPRD Kota Surabaya memastikan solusi pencegahan sudah siap. Hasil rapat dengan Dinkes, seluruh puskesmas di Surabaya mulai menyediakan vaksin influenza.
“Satu hal pencegahan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang bisa diberitakan kepada warga Surabaya yaitu seluruh puskesmas di Surabaya menyediakan vaksin untuk mencegah influenza yaitu vaksin yang nanti diberikan di seluruh puskesmas yang ada di Surabaya. Tadi pagi saya sudah mengadakan rapat dengan Dinas Kesehatan dan mereka mempersiapkan vaksin ini. Mulai besok itu sudah ada. Jadi kalau kita takut terhindar terkena Influenza Tipe A maka sebaiknya kita ke puskesmas dan menanyakan vaksin. Apakah vaksin ini gratis? Untuk sementara vaksin ini harus membayar, tapi harganya cukup murah. Seratus lima puluh lima ribu rupiah dan untuk tahun depan ini vaksin ini kabarnya akan meningkat menjadi seratus delapan puluh sekian. Oleh sebab itu, sebelum kita terkena influenza yang sekali lagi merebak banyak sekali di sekitar kita yuk kita vaksin di puskesmas yang terdekat dengan harga seratus lima puluh lima ribu rupiah,” pungkas dr. Michael Leksodimulyo, MBA., M.Kes., Anggota Komisi D DPRD Surabaya.
Dinkes mengimbau warga kembali disiplin memakai masker saat batuk, mencuci tangan, dan tidak memaksakan anak sakit untuk masuk sekolah. Jika demam tinggi lebih dari tiga hari, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
