Berita

Menteri Pertahanan Prancis Tinjau Pembangunan Kapal Selam Scorpene di PT PAL Indonesia

SURABAYA (Lenteratv) – Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya. Kunjungan ini menjadi…

Pertemuan Wakil Menteri Pertahanan RI bersama jajaran dan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis di PT PAL Indonesia, Surabaya.
Pertemuan Wakil Menteri Pertahanan RI bersama jajaran dan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis di PT PAL Indonesia, Surabaya.

SURABAYA (Lenteratv) – Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya. Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis, khususnya di bidang industri pertahanan maritim.

Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin datang didampingi Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI Purn. Donny Ermawan, serta sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan dan TNI.

Rombongan diterima CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod beserta jajaran manajemen.

Dalam kunjungan ini, Catherine meninjau perkembangan program pembangunan dua unit kapal selam Scorpene Evolved, hasil kerja sama PT PAL Indonesia dengan Naval Group Prancis.

Program pembangunan kedua kapal selam tersebut kini memasuki tahap konstruksi fisik di Indonesia.

Catherine menyebut, keberhasilan program pembangunan kapal selam membutuhkan keahlian, ketelitian, dan komitmen dari para insinyur, pekerja, teknisi, serta pemimpin di sektor industri dan militer.

“Inilah tanda kepercayaan Indonesia terhadap Perancis. Tidak hanya soal kerja sama kapal selam, tapi ini adalah kedaulatan antarbangsa. Ini juga bagian pertahanan Republik Perancis mengembangkan kerja sama dalam alutsista.”

Ungkap Catherine Vautrin (Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis).

Sementara itu, dalam program kerja sama dengan Naval Group, PT PAL Indonesia terlibat dalam sejumlah tahapan penting pembangunan kapal selam.

Tahapan tersebut meliputi pembangunan struktur kapal, integrasi peralatan, final assembly, pengujian, hingga commissioning.

CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menegaskan, kerja sama dengan Naval Group tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan alutsista.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi bagian dari proses membangun kemampuan industri pertahanan nasional, terutama melalui transfer kapasitas, pengembangan kompetensi engineer, dan keterlibatan PT PAL dalam keseluruhan proses produksi.

“Kerja sama ini tak hanya soal pembangunan kapal selam, tapi bagaimana kita makin memperkuat bilateral antarnegara. Terlebih untuk memperkuat pertahanan matra laut. Tentunya kerja sama juga menguntungkan kedua pihak,” terang Kaharuddin Djenod (CEO PT PAL Indonesia).

Penguatan industri pertahanan, menurut Kaharuddin, juga memiliki dimensi diplomatik. Kemampuan Indonesia dalam membangun, mengintegrasikan, dan mempertahankan teknologi strategis secara mandiri dinilai dapat membuka ruang kerja sama teknologi dan industri yang lebih luas dengan mitra internasional.

Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI Purn. Donny Ermawan menyebut, program Scorpene bukan hanya berkaitan dengan pengadaan platform pertahanan modern.

Keterlibatan engineer Indonesia, industri nasional, dan mitra Prancis menjadi bagian dari proses membangun pengetahuan, kemampuan industri, serta sumber daya manusia.

“Yang kita bangun di Surabaya, bukan hanya kapal selam, tapi juga membangun ilmu pengetahuan, industri, SDM kita, kepercayaan antara Indonesia dan Perancis. Kita juga melibatkan insinyur nasional bagaimana bisa mendalam pengetahuan tentang kapal selam.”

Donny Ermawan (Wakil Menteri Pertahanan RI).

Kerja sama pembangunan kapal selam Scorpene menjadi bagian dari perkembangan hubungan pertahanan Indonesia dan Prancis. Kemitraan kedua negara juga diarahkan pada penguatan kapasitas industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi strategis.

Melalui program ini, PT PAL Indonesia diharapkan semakin memperkuat kemampuan dalam membangun dan mengembangkan teknologi bawah laut di dalam negeri.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *