Berita

Semarak HUT ke-9, Lentera Media Group Tampil Lebih Kredibel, Menjawab Kegelisahan Pers Nasional dan Berdaya Cakap AI

SURABAYA (Lenteratv) – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Lentera Media Group digelar dengan tasyakuran dan agenda verifikasi faktual Dewan…

Foto bersama jajaran manajemen, komisaris, hingga redaktur Lentera Group.
Foto bersama jajaran manajemen, komisaris, hingga redaktur Lentera Group.

SURABAYA (Lenteratv) – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Lentera Media Group digelar dengan tasyakuran dan agenda verifikasi faktual Dewan Pers. Di usia ke-9, Lentera menegaskan komitmennya menjawab tantangan pers nasional, mulai dari kredibilitas hingga integrasi teknologi informasi, terutama kecerdasan buatan atau AI.

Tasyakuran HUT ke-9 Lentera Media Group di kantor beralamat Jalan Raya Tenggilis Tengah Nomor 04 pada Jumat (25/9) berlangsung khidmat dan lancar.

Deretan puluhan karangan bunga pun menghiasi sebagai bentuk dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari instansi pemerintah daerah tingkat satu dan tingkat dua, DPR, politikus, TNI, hingga kepolisian. Selain karangan bunga ucapan selamat atas HUT ke-9, Lentera juga kedatangan sejumlah perwakilan dari berbagai unsur aparatur negara, manajemen hotel, komunitas, hingga anggota DPR.

Komisaris sekaligus Pemilik Lentera Group, Tarmuji, menegaskan, momentum ini sekaligus menjadi refleksi visi dan misi Lentera sebagai perusahaan media yang kedatangan tim Dewan Pers untuk proses verifikasi faktual. Seluruh berkas persyaratan telah dilengkapi sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kredibilitas dan konformitas terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Iya, jadi Lentera sebagai perusahaan media pasti menjalankan amanahnya, satu informasi. Sebagai kredibilitas kita nanti ke depan agar kita menyajikan informasi yang edukatif dan juga punya visi yang sama seperti yang ada di KPI dan juga di Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” terang Tarmuji, Komisaris sekaligus Pemilik Lentera Group (25/09/2026).

Di tengah disrupsi teknologi, Lentera tak ingin tertinggal. Inovasi AI telah diterapkan. Beberapa konten kini sudah berjalan dengan sistem otomatisasi yang langsung naik ke platform media mainstream, seperti televisi, streaming, artikel online, hingga sejumlah akun resmi di platform media sosial.

“Ya, kita sudah menerapkan sebenarnya. Jadi beberapa konten kita itu hasil dari otomatisasi, kita sudah bisa secara otomatis bisa naik ke media kita. Intinya bagaimana teknologi tidak hanya untuk kebutuhan kita, tapi untuk solusi bagi masyarakat. Kita kolaborasikan,” tukasnya.

Menurutnya, teknologi bukan sekadar untuk internal. Lentera ingin menjadikannya solusi bagi masyarakat. Meski lebih kompleks, output informasi Lentera cukup kolaboratif dengan kebutuhan masyarakat luas, terutama pengguna internet.

Menjawab keraguan soal masa depan media di tengah gempuran media sosial, Tarmuji menegaskan media konvensional masih sangat punya peluang. Kuncinya ada pada rantai proses jurnalistik yang tidak dimiliki media sosial. Mulai dari proses pengambilan berita yang membutuhkan bekal keterampilan dan etika, hingga proses pengolahan untuk menyajikan informasi terpercaya.

“Media masih punya peluang untuk mensukseskan diri dan tetap memberikan pelengkap rantai sosial. Ini kan tidak hanya informasi, tapi ada rangkaian, ada sebuah sistem yang sudah lama berjalan. Dari sisi orang yang mengambil berita, wartawan harus memiliki bekal, harus punya skill, harus punya etika dan macam-macam.”

Ia menambahkan, ketika ada kegelisahan di media sosial, masyarakat pasti akan kembali mencari media yang kredibel untuk mengisi ruang tersebut.

“Ketika ada kegelisahan di media sosial, pasti masyarakat larinya ke media yang kredibel untuk mengisi ruang itu,” tambahnya.

Tarmuji menilai, media sosial saat ini bersifat sesaat dan hanya menjadi informasi awal yang perlu divalidasi kebenarannya.

“Media sosial itu sifatnya halus ya, sekarang informasi sesaat, singkat, informasi awal. Karena kita ini enggak tahu akun yang menaikkan sebenarnya atau tidak sebenarnya, ini kan perlu divalidasi. Kadang bahkan keluar dari akun sebenarnya, dibantah sama orangnya. Untuk informasi awal boleh, tapi untuk kedalaman, nah ini memang tugasnya media terverifikasi,” pungkas Tarmuji.

Dengan verifikasi faktual dan integrasi AI, di usia ke-9 Lentera Group optimistis dapat terus menjadi Inspirasi Perubahan, menyajikan informasi edukatif, terverifikasi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Tasyakuran Lentera TV juga berlangsung hangat dengan ramah tamah, sembari terhidang berbagai kuliner prasmanan untuk para tamu yang hadir dalam acara tersebut.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *