Berita

KSOP Tanjung Perak: Virgo Transport 8 Laik Jalan, Cuaca 12 September Aman, Penyebab Masih Diselidiki

SURABAYA (Lentera Tv) – Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Utama Tanjung Perak Surabaya menyatakan KM Virgo Transport 8 laik jalan…

Kepala KSOP Agustinus Maun memberikan keterangan pers di Posko Korban KM Virgo, GSN Tanjung Perak.
Kepala KSOP Agustinus Maun memberikan keterangan pers di Posko Korban KM Virgo, GSN Tanjung Perak.

SURABAYA (Lentera Tv) – Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Utama Tanjung Perak Surabaya menyatakan KM Virgo Transport 8 laik jalan pada tanggal keberangkatan menuju Banjarmasin. Hal ini terkait navigasi pertama/rute yang dilalui KM Virgo Transport 8 sebelum menuju Banjarmasin dengan radius 80 mil laut.

Terkait tenggelamnya KM Virgo Transport 8, KSOP Utama Tanjung Perak menyatakan kapal berbobot 8.500 ton tersebut sudah dinyatakan laik jalan sebelum berlayar.

Pemeriksaan KSOP mencakup aspek teknis kapal serta sumber daya manusianya. Baik nakhoda maupun kru dinyatakan laik laut.

KSOP juga membantah informasi yang beredar di media sosial terkait adanya air menggenang di kapal sebelum berangkat.

Untuk kondisi cuaca, berdasarkan data navigasi BMKG Tanjung Perak tanggal 12 September, KSOP menyatakan tidak ada gelombang tinggi di perairan Laut Jawa. Informasi tersebut telah diklarifikasi sejak satu pekan sebelum keberangkatan.

Bila peringatan gelombang tinggi yang diterbitkan BMKG adalah sekitar 2 meter, hal itu telah melalui pemeriksaan KSOP karena gelombang dengan tinggi 2 meter tersebut dapat dilalui kapal serupa KM Virgo Transport 8 dengan berat 8.500 tonase.

“Menurut data navigasi kapal laik laut, saya tidak mendapat informasi terkait kapal itu ada air yang sudah menggenang yang beredar di medsos. Tapi sebelum berlayar kapal sudah dinyatakan laik jalan sesuai pemeriksaan KSOP Tanjung Perak, baik secara teknis maupun secara sumber daya manusianya. Baik nakhoda dan kru kapal sudah kami periksa laik laut. Ini terkait cuaca buruk, pada tanggal 12 September tidak ada gelombang tinggi di perairan Laut Jawa. Artinya, dengan kapal 8.500 ton tidak masalah untuk jalan,” terang Agustinus Maun, Kepala KSOP Utama Tanjung Perak.

Pihaknya masih melakukan pengkajian dan penyelidikan terkait gelombang tinggi yang menyebabkan kapal tersebut mengalami insiden kecelakaan. Penyelidikan tersebut meliputi operator, maintenance, hingga kondisi muatan kendaraan yang diangkut.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *