Berita

Komunitas Lingkungan Ecoton Imbau Masyarakat Tak Konsumsi Ikan Mabuk di Kali Jagir karena Mengandung Konsentrasi Fosfat

SURABAYA (Lenteratv) – Komunitas Lingkungan Ecoton mengimbau masyarakat tak mengonsumsi ikan mabuk di Kali Jagir Surabaya. Pasalnya, hasil pengukuran kualitas…

Mohammad Alaika Rahmatullah, Manajer Divisi Advokasi Ecoton, melakukan pengukuran kualitas air di Kali Jagir, Surabaya.
Mohammad Alaika Rahmatullah, Manajer Divisi Advokasi Ecoton, melakukan pengukuran kualitas air di Kali Jagir, Surabaya.

SURABAYA (Lenteratv) – Komunitas Lingkungan Ecoton mengimbau masyarakat tak mengonsumsi ikan mabuk di Kali Jagir Surabaya. Pasalnya, hasil pengukuran kualitas air menunjukkan terdapat parameter yang tidak memenuhi baku mutu air kelas II berdasarkan peraturan pemerintah. Salah satu parameter yang ditemukan memiliki konsentrasi tinggi adalah fosfat.

Komunitas peduli lingkungan, Ecoton, masih menemukan sejumlah ikan mati dan ikan dalam kondisi munggut atau mabuk di sejumlah titik Sungai Jagir Surabaya.

Kondisi tersebut ditandai dengan pergerakan ikan yang tidak normal dan ikan yang berada di permukaan air.

Di kawasan pintu air Jagir dan depan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS), ditemukan parameter kualitas air yang memiliki konsentrasi tinggi fosfat.

Di pintu air Jagir, konsentrasi fosfat tercatat 0,6 miligram per liter atau sekitar tiga kali lipat dari ambang batas 0,2 miligram per liter. Sementara di depan Stikosa AWS, konsentrasinya mencapai 1,2 miligram per liter atau sekitar enam kali lipat dari baku mutu.

Mohammad Alaika Rahmatullah, Manajer Divisi Advokasi Ecoton, mengimbau masyarakat tidak menangkap, menjual, maupun mengonsumsi ikan yang ditemukan mati atau dalam kondisi mabuk.

Ia menjelaskan, polutan atau racun kimia lain yang masuk ke tubuh ikan, kemudian dikonsumsi manusia, maka racun tersebut berpotensi berpindah dan masuk ke tubuh manusia.

Karena itu, Ecoton meminta masyarakat tidak menjadikan ikan yang ditemukan mati atau mabuk sebagai bahan pangan sampai terdapat hasil pemeriksaan resmi mengenai penyebab kejadian dan keamanan ikan.

Ecoton mendesak pemerintah aktif menindak tegas pihak pencemar lingkungan, baik masyarakat luas maupun industri.

“Saya berharap pemerintah tegas menindak pelaku pencemaran, kalau bisa setiap wilayah pembuangan dipasang CCTV jadi tahu ini limbah dari mana,” terang Mohammad Alaika Rahmatullah, Manajer Divisi Advokasi Ecoton.

Selain itu, ia berharap adanya normalisasi sungai dari pemerintah daerah yang dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi sedimentasi dan endapan cemaran yang terakumulasi di dasar sungai.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *