SURABAYA (Lenteratv) – Demi mendukung ekosistem pelabuhan rendah emisi, ratusan truk logistik di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Teluk Lamong menjalani uji emisi kendaraan. Uji emisi digelar PT Pelindo Terminal Petikemas, berkolaborasi dengan Pelindo Regional 3 serta Dinas Perhubungan Surabaya.
Sebagian unit dari target pemeriksaan 100 unit truk peti kemas di Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjalani uji emisi kendaraan.
Pengujian dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi emisi gas buang kendaraan berdasarkan parameter yang dipersyaratkan.
Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengidentifikasi kendaraan yang memerlukan tindakan pemeliharaan atau perbaikan sistem mesin secara signifikan.
Selain aspek pengukuran emisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi teknis bagi perusahaan angkutan dan pengemudi mengenai pentingnya pemeliharaan kendaraan secara berkala.
Ardiansyah, Humas Terminal Petikemas Surabaya, menerangkan program ini merupakan bagian dari komitmen korporasi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 13 mengenai penanganan perubahan iklim. Hal ini juga menjadi salah satu langkah preventif untuk mendorong ekosistem operasional pelabuhan yang lebih rendah emisi.
“Harapannya adalah bisa membuat energi lebih hijau, lebih bersih, sehingga diharapkan ke depannya truk eksternal kami yang merupakan pengguna jasa bisa menyesuaikan dengan energi yang lebih hijau,” jelas Ardiansyah, Humas Terminal Petikemas Surabaya.
Sementara itu, pihak Dinas Perhubungan Kota Surabaya menggelar uji emisi gas buang kendaraan bermotor dengan spot check terhadap kendaraan angkutan barang.
“Dinyatakan lulus uji emisi itu ambang batasnya 70 persen. Jadi, kalau di atas 70 persen untuk kendaraan tahun 2010 ke atas, melebihi 70 persen itu tidak lulus. Untuk yang 2010 ke atas itu 50 persen,” ungkap Koko Anantiowi, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
Truk peti kemas sendiri merupakan salah satu komponen penting dalam rantai logistik yang menghubungkan terminal dengan kawasan hinterland. Hinterland merupakan wilayah penunjang utama tempat pelabuhan mendapatkan sebagian besar aktivitas bisnis dan pengguna jasanya. Intensitas operasional kendaraan yang relatif tinggi membuat aspek emisi gas buang perlu menjadi perhatian.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
