SURABAYA (Lenteratv) – Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi perhatian serius pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap dunia pelayaran nasional. Perusahaan pelayaran yang sama juga tercatat pernah mengalami insiden kebakaran kapal pada tahun 2017 silam. Selain itu, evaluasi juga menyangkut ditemukannya sejumlah penumpang yang tidak terdata dalam manifest resmi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah masih belum mengambil keputusan terkait sanksi terhadap operator KMP Mutiara Sentosa II.
Menurut catatan Pelayaran KMP Mutiara Sentosa 2, pernah mengalami insiden serupa yakni Kebakaran Pada Tahun 2017. Pemerintah akan menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi(KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Selain soal catatan operator, evaluasi juga berkaitan dengan manajemen manifest kapal setelah ditemukannya lima anak yang berada di KMP Mutiara Sentosa II, namun tidak tercantum dalam data manifest penumpang. Meski dalam insiden ini para anak tersebut telah dilaporkan selamat, manajemen seharusnya tetap wajib mendata mereka ke dalam manifest penumpang sebagai standar keamanan dan keselamatan transportasi.
“Ada lima anak yang tidak ikut tercatat dalam data manifest kapal. Ini menjadi evaluasi kami, seharusnya mereka ikut tercatat untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu. Alhamdulillah, mereka dalam kondisi sehat semua. Selama belum sesuai dengan manifest, kami akan terus melakukan pencarian,” kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan RI.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsda TNI Mohammad Syafii menegaskan, hingga saat ini tidak ada indikasi korban masih terperangkap di dalam KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di Perairan Utara Madura.
Kepastian tersebut diperoleh dari konfirmasi keterangan para nakhoda dan kru yang berhasil diselamatkan. Seluruh awak kapal berjumlah 25 orang dilaporkan selamat. Selain itu, hasil pertemuan dengan sejumlah korban selamat yang masih menjalani perawatan di rumah sakit juga menunjukkan bahwa keluarga maupun rekan yang mereka kenal telah berhasil ditemukan. Sehingga, hingga kini tidak ada informasi yang mengarah pada adanya korban yang masih berada di dalam kapal.
“Mudah-mudahan konfirmasi kami benar, bahwa seluruh korban telah kita temukan. Namun, kita masih memverifikasi jumlah seluruh manifest penumpang kapal. Dan sampai saat ini masih klop (sesuai). Dari hasil pemeriksaan, nakhoda dan kru semuanya dikonfirmasi berjumlah 25 orang. Seluruh awak kapal, seperti tenaga bantuan, juga menyampaikan bahwa temannya terkonfirmasi selamat. Kita temui korban di rumah sakit dan sudah kita yakinkan bahwa mereka telah terevakuasi. Yang meninggal pun sudah kita evakuasi,” tutur Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsda TNI Mohammad Syafii.
Meski demikian, Basarnas menegaskan operasi SAR belum dihentikan. Proses pencarian tetap dilaksanakan sambil memastikan kesesuaian data manifest dan seluruh penumpang yang berada di atas kapal.
Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin
