SURABAYA (Lenteratv) – Sebuah truk tronton bermuatan garam terguling di persimpangan Jalan Kapasan Surabaya pada Senin sore. Truk dengan muatan sekitar 25 ton tersebut menimpa sebuah becak yang sedang terparkir di pojok persimpangan. Beruntung, pengendara becak berhasil menyelamatkan diri meski mengalami sejumlah luka ringan.
Kecelakaan ini melibatkan truk tronton bernomor polisi B 9851 UEK yang mengangkut muatan garam dari arah Pelabuhan Tanjung Perak.
Saat melintas di lampu lalu lintas Jalan Kapasan, sopir truk diduga memacu kendaraan untuk mengejar lampu hijau. Namun nahas, saat memasuki persimpangan, truk justru kehilangan keseimbangan akibat beban muatan hingga akhirnya terguling. Badan truk yang jatuh ke sisi kiri menimpa sebuah becak yang terparkir di lokasi hingga becak tersebut hancur. Beruntung, pemilik becak selamat dan hanya mengalami luka ringan.
“Mengejar lampu hijau, Pak. Sebenarnya nutut, cuma terlalu kencang (kebanteran). Dari arah Tanjung Perak, muatannya garam. Tidak tahu itu, jalur saya masih hijau, tapi tiba-tiba ada becak,” ungkap Udas, sopir truk tronton, saat memberikan keterangan sembari masih syok atas peristiwa tersebut.
Dari hasil pemeriksaan polisi, laju truk diketahui lebih kencang saat melintasi tikungan. Hal tersebut membuat badan truk kehilangan keseimbangan hingga terguling. Untuk proses evakuasi, polisi menyerahkan penanganannya kepada pemilik truk karena sejumlah alat berat tidak mampu mengangkat badan kendaraan. Evakuasi dilakukan menggunakan alat berat berkapasitas lebih besar atau dengan bantuan truk lain yang lebih besar untuk mengembalikan posisi kendaraan seperti semula.
“Jadi begini, keterangan dari sopir truk yang sudah diperiksa tadi, ia mengatakan bahwa saat lampu hijau di traffic light persimpangan, seharusnya kendaraan berjalan. Namun, saat berbelok, ia mengakui seharusnya melaju lebih pelan, tetapi justru mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, kendaraan oleng dan terguling ke sisi kiri. Becak tadi rusak, tetapi untung orangnya selamat. Memang becaknya terparkir di pojokan. Kami serahkan penanganannya ke petugas laka Polres. Selain itu, kami sudah berkoordinasi dengan Damkar, ternyata unit evakuasinya tidak bisa digunakan. Kami serahkan kepada pemilik truk. Paling tidak harus menggunakan alat yang lebih besar untuk evakuasinya,” papar Kompol Zainur Rofik, Kapolsek Simokerto Surabaya.
Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di Simpang Kapasan sempat tersendat karena badan truk menutup sebagian ruas jalan.
Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin
