Berita

Pengakuan Selebgram Terima Endorsement dalam Kasus Arisan Bodong Rp71 Miliar

SURABAYA (Lenteratv) – Kasus arisan online fiktif senilai Rp71 miliar di Jawa Timur terus bergulir. Selain menetapkan tiga tersangka baru,…

Selebgram Ratu Felisha memenuhi panggilan penyidik di Gedung Ditressiber Polda Jatim.
Selebgram Ratu Felisha memenuhi panggilan penyidik di Gedung Ditressiber Polda Jatim.

SURABAYA (Lenteratv) – Kasus arisan online fiktif senilai Rp71 miliar di Jawa Timur terus bergulir. Selain menetapkan tiga tersangka baru, Polda Jatim juga memeriksa sejumlah publik figur yang diduga pernah menerima tawaran promosi, termasuk selebgram Ratu Felisha.

Ratu memenuhi panggilan penyidik Ditressiber Polda Jatim pada Jumat (28/8/2026). Ratu mengaku hanya pernah menerima tawaran endorse arisan online tersebut sekali pada 2024 dan tidak mengetahui bahwa bisnis yang dipromosikannya bermasalah.

Ratu tiba di Gedung Ditressiber Polda Jatim sekitar pukul 09.30 WIB dengan didampingi asistennya. Ia kemudian menunggu pemeriksaan oleh penyidik Subdit I Ditressiber Polda Jatim.

Dalam pemeriksaan, Ratu mengaku hanya pernah menerima tawaran endorse arisan online tersebut sekali pada 2024 dan tidak mengetahui bahwa bisnis yang dipromosikannya bermasalah.

Ratu menerangkan dirinya merupakan selebgram, bukan artis, serta mengaku belum mengetahui perkara yang membuatnya dipanggil penyidik.

Ratu membenarkan pernah menerima tawaran endorse dari pihak yang menjalankan arisan online tersebut. Ia mengaku saat itu tidak mengetahui adanya persoalan pidana dalam bisnis arisan yang dipromosikannya.

Tawaran tersebut diterima pada 2024 dan hanya dilakukan satu kali. Materi promosi yang dibuat berupa gabungan beberapa video dirinya dengan kata-kata promosi.

Ratu mengatakan tawaran endorse tersebut diterima melalui timnya. Setelah materi promosi dibuat dan disetujui pihak pemberi tawaran, pembayaran dilakukan sebelum video tersebut diunggah.

Karena peristiwa tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun lalu dan tim yang menanganinya juga telah berganti, Ratu mengaku perlu mengecek kembali mutasi rekening untuk mengetahui nominal pembayaran endorse tersebut.

Ratu mengaku awalnya tidak langsung percaya ketika mendapat informasi mengenai panggilan dari penyidik. Pasalnya, komunikasi pertama yang diterimanya hanya melalui telepon sehingga ia sempat menduga hal tersebut merupakan penipuan.

“Jadi timnya mereka menghubungi tim saya, terus tim saya menginfokan ini ada tawaran endorse untuk mempromosikan arisan, gitu aja sih saya tahunya. Nanti saya coba cek lagi, karena kan ini udah lama ya, jadi saya harus cek mutasi juga. Kebetulan tim saya juga udah berganti gitu, karena ini kan terima kerjanya di 2024. Udah, udah dibayar. Untuk endorse-annya biasanya kita kalau terima endorse dari mereka menawarkan, kita buat video. Kalau untuk mereka udah oke, mereka bayar baru kita posting. Ini pertama kali memenuhi panggilan kepolisian. Sebetulnya dari minggu kemarin dijadwalkan menghadiri undangan penyidik, cuma karena saya dari Bandung ya, harus datang ke sini butuh waktu, jadi saya minta reschedule, baru bisa datang hari ini,” ungkap Ratu Qfelisha, selebgram terperiksa Ditressiber Polda Jatim.

Ratu kemudian menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan terkait tawaran promosi arisan online tersebut. Pemeriksaan ini merupakan pengalaman pertamanya memenuhi panggilan kepolisian. Ia sebelumnya dijadwalkan datang pada pekan lalu, tetapi meminta penjadwalan ulang karena harus bepergian.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *