Berita

Korban Selamat KMP Mutiara Sentosa II Geruduk Kantor Operator, Tuntut Uang Bantuan

SURABAYA (Lenteratv) – Ratusan korban selamat KMP Mutiara Sentosa II memadati kantor PT Atosim Lampung Pelayaran atau ALP di Surabaya,…

Para Korban KMP Mutiara Sentosa II, menunggu kejelasan manajemen PT Atosim Pelayaran Surabaya.
Para Korban KMP Mutiara Sentosa II, menunggu kejelasan manajemen PT Atosim Pelayaran Surabaya.

SURABAYA (Lenteratv) – Ratusan korban selamat KMP Mutiara Sentosa II memadati kantor PT Atosim Lampung Pelayaran atau ALP di Surabaya, Jawa Timur. Mereka mengantre untuk mendapatkan uang bantuan, namun sejumlah korban mengaku belum mendapat kepastian mengenai nominal maupun ganti rugi.

Kedatangan ratusan korban terjadi Jumat (7/8), membanjiri kantor PT ALP di Jalan Perak Timur, Surabaya.

Mereka mengantre dan menunggu namanya dipanggil petugas untuk mendapatkan uang yang disebut sebagai ongkos sementara untuk pulang.

Nominal yang diterima dikabarkan bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta, tergantung tujuan akhir penumpang.

Jadang, salah satu korban kapal terbakar, menegaskan uang tersebut bukan kompensasi atau asuransi, melainkan ongkos sementara bagi korban untuk pulang ke daerah asal.

Jadang meminta perusahaan dan pemerintah tidak lepas tangan, sebab banyak korban kehilangan seluruh harta benda dan dokumen dalam musibah tersebut. Jadang bahkan mengaku telah menjual harta benda di Jawa untuk pindah ke Makassar, namun seluruh barangnya hangus terbakar di kapal.

“Uang tersebut bukan kompensasi atau asuransi, melainkan ongkos sementara untuk korban pulang ke daerah asal,” ungkap Jadang.

Sementara itu, sejumlah korban mengaku belum mendapatkan uang tersebut, termasuk Aziz Isiamak, korban asal Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Selain Jadang, penumpang lain bernama Aziz juga masih menunggu kejelasan mengenai ganti rugi atas ponsel dan barang-barangnya yang hilang dalam kebakaran.

Aziz mengaku terpaksa melompat ke laut dari ketinggian sekitar 10 meter tanpa pelampung demi menyelamatkan diri dari kobaran api.

“Informasi ganti rugi, katanya uang cuma-cuma Rp3 juta, itu belum saya dapatkan karena masih antre. Ada yang mendapat Rp2 juta, ada yang Rp3 juta, tetapi saya belum tahu pasti. Saya juga belum mengetahui kabar mengenai ganti rugi dari Jasa Raharja. Sampai sekarang, saya belum mendapatkan uang maupun ganti rugi atas ponsel yang hilang,” kata Aziz Isiamak, korban kapal terbakar.

Untuk bertahan hidup dari insiden tersebut, Aziz memanfaatkan galon kosong sebagai pelampung sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal tunda.

Aziz juga membawa 17 ekor kuda dalam kapal tersebut yang seluruhnya lenyap terbakar, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Hingga kini, para korban masih menunggu kejelasan mengenai ganti rugi resmi dan asuransi, termasuk bantuan untuk memulihkan kehidupan mereka. Sementara itu, pihak operator kapal masih belum dapat dikonfirmasi terkait pemberian uang kompensasi atau santunan sebesar Rp1 juta hingga Rp3 juta per kepala.

Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri

Topics:

About the Author

LenteraTV

Related Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *