SURABAYA (Lenteratv) – Di balik tragedi terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Madura, ada cerita pilu dan memprihatinkan dari salah satu pengemudi truk yang mengangkut 17 ekor kuda pacu atau kuda balap yang rencananya akan dikembangbiakkan di Makassar. Sebanyak 17 ekor kuda pacu yang masih berada di dalam truk di atas kapal ikut hangus terpanggang. Padahal, harga satu ekor kuda diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp100 juta.
Saleh pun hanya bisa merenung dengan keresahan yang mendalam di Posko Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Pelabuhan Tanjung Perak.
Selain diliputi trauma di tengah keluarga korban lainnya atas tragedi pelayaran yang dialaminya, ia mengaku selama tiga hari terakhir sulit tidur karena terus memikirkan truk dan 17 ekor kuda pacu milik majikannya yang menjadi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep, Madura.
Sebanyak 17 ekor kuda pacu tersebut dibeli majikannya di Yogyakarta untuk diangkut menuju Jeneponto, Makassar.
Saleh mengaku saat kapal terbakar, ia sedang merajang rumput untuk pakan kudanya. Namun, tiba-tiba asap hitam mengepul dari area parkir kendaraan hingga membuatnya sulit bernapas dan harus segera meninggalkan lokasi, sementara kuda-kudanya masih berada di dalam truk.
“Saya membawa 17 ekor kuda, Pak, yang rencananya akan dibawa ke Jeneponto. Waktu itu saya sedang memotong rumput, lalu muncul asap. Saya lari naik ke atas supaya bisa bernapas. Setelah sampai di atas, saya baru mendapat pelampung. Saya sempat menolong orang. Bahkan, saya hanya membawa celana yang ada di leher saya. Saya juga sempat melompat ke laut. Saya berada di laut cukup lama sebelum akhirnya ditolong Kapal Meratus. Harga satu ekor kuda sekitar Rp60 juta, semuanya milik bos saya. Sampai sekarang saya belum tahu bagaimana kabar kuda-kuda itu,” ungkap Saleh, sopir truk pengangkut 17 ekor kuda pacu.
Saleh mengaku harga satu ekor kuda berkisar antara Rp60 juta hingga Rp100 juta. Jika ditotal, perkiraan kerugian majikannya mencapai miliaran rupiah.
Reporter: Guntur Yudinata
Editor: Yasin Al Raviri
