SURABAYA (Lenteratv) – Tangis haru menyelimuti kedatangan ratusan korban selamat KMP Mutiara Santosa II di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin dini hari. Satu per satu korban selamat KMP Mutiara Santosa II tiba di Gapura Surya Nusantara setelah dievakuasi dari kebakaran kapal yang mereka tumpangi di perairan utara Madura.
Seluruh korban selamat menjalani pendataan dan dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.
Isak tangis pecah saat para penumpang bertemu kembali dengan keluarga yang telah menunggu sejak Minggu. Meski hanya dapat bertatapan melalui kaca ruang tunggu, rasa syukur dan lega tak mampu dibendung oleh para korban maupun keluarga.
Sementara itu, korban lain, termasuk lansia dan anak-anak, langsung mendapat pemeriksaan kesehatan oleh petugas.
Bambang, salah satu korban selamat, menceritakan bahwa kebakaran diawali dengan munculnya asap dari bagian bawah kapal. Saat api semakin membesar, seluruh penumpang panik dan berlari ke haluan sambil mengenakan pelampung. Mereka bertahan hingga akhirnya melompat ke laut dan menunggu pertolongan selama kurang lebih tiga jam.
“Kebakaran diawali munculnya asap dari bagian bawah kapal. Tidak tahu itu berasal dari mana, saat mau turun ke bawah sudah tidak ada yang berani. Saat api semakin membesar, seluruh penumpang sudah dibagikan pelampung dan berlari ke haluan bagian atas kapal. Saat api mulai ke depan, semua akhirnya meloncat dan bertahan lumayan lama, sekitar tiga jam, sampai pertolongan datang,” cerita Bambang, penumpang korban selamat KMP Mutiara Santosa II asal Tulungagung, Jawa Timur.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, yang meninjau langsung proses evakuasi, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima penumpang.
Dudy mengatakan pemerintah masih memastikan seluruh data penumpang bersama Basarnas agar informasi yang diterima keluarga tidak simpang siur.
“Basarnas masih mengumpulkan data untuk memastikan jumlah penumpang on board dan yang terevakuasi. Jadi, satu per satu kapal yang datang membawa penumpang kami cocokkan datanya. Sebagaimana dilaporkan, saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima penumpang,” ungkap Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan RI, di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Hingga saat ini, Basarnas bersama tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan korban. Sementara itu, keluarga penumpang yang belum terdata masih menunggu kepastian keberadaan kerabat mereka di Posko Informasi Pelabuhan Tanjung Perak.
Data terakhir menunjukkan jumlah korban yang dievakuasi sebanyak 236 orang, dengan perincian 231 orang selamat dan 5 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Reporter: Guntur Yudinata/Editor: Yasin
